Admin : AA H. RONY KP.SABRANG, JAWILAN - SERANG - BANTEN 42177.Telp. +6281280485019 (Indonesia) dan +967715138399 (Yemen).
بـــسـم الله الرحمن الرحيم السّـلام عليكم ورحمة الله وبركاتـه بعد تحــية وبعــد ...... شهر رمضان المبارك والمعظم === أبعث لسعادتكم === بأخلص التهاني وأطيب التمنيات والأماني بالشهر الفضيل, تقبل الله منا ومنكم صيامنا وصيامكم, قيامنا وقيامكم... سائلين الله أن يعيده علينا وعليكم بالصحة والسعادة وأن يجعل الله العلي القدير هذا الشهر عليكم مباركا خيرا ويمنا.. وعلى أمتنا الإسلامية تقدما وازدهارا... وكل عام وأنتم والجميع بخير ولكم مني جزيل الشكر والتقدير وجزاكم الله الخير. والسّـلام عليكم ورحمة الله وبركاته أخوكم في الله الحاج بكراني لاتار
AA H. RONY DAN KELUARGA BESAR DI SABRANG SERTA SELURUH MASYARAKAT JAWILAN MENGUCAPKAN "SELAMAT TAHUN BARU ISLAM 1434 H SEMOGA KITA BISA MENJADI LEBIH BAIK DI HARI-HARI YANG AKAN DATANG"
Tampilkan postingan dengan label Info mahasiswa timur tengah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info mahasiswa timur tengah. Tampilkan semua postingan

Info Belajar Di Tunisia

SEKILAS INFORMASI TENTANG KULIAH DAN PROSEDUR PENDAFTARAN DIBERBAGAI UNVIERSITAS DI TUNISIA

A. Sekilas Tentang Tunisia
1. Geografis
Tunisia, Negara mungil dipenghujung sebelah utara benua afrika. Disebelah utara dan timur berbatasan dengan laut Meditarian, disebelah selatan dan tenggaranya berbatasan dengan Lybia, sedangkan daerah batas barat langsung berbatasan dengan Al-jazair.

Dengan luas wilayahnya 164.150 km2 (sekitar sepertiganya dari pulau sumatera) Tunisia sungguh menawarkan pemandangan indah, yang akan mamanjakan mata para pengunjungnya. Pesona alam yang indah itu bisa dilihat pada 1.298 km garis pantai yang terbentang disebelah barat serta daerah pegunungan di sepanjang perbatasan Al-jazair. Daratan tertigginya adalah gunung Chaambi (1.544 meter di atas permukaan laut).

Disebelah selatan, ada chott dan oase. Perkebunan Zaetun menghampar di hampir seluruh permukaan negeri. Selain itu, situs-situs arkeologi, masjid-masjid bersejarah, serta pasar-pasar tradisional bernuansa Arab pertengahan juga menjadi daya tarik lainnya.
 
Tunisia termasuk negeri yang memiliki empat musim, dengan perbedaan iklim yang cukup mencolok antara daerah bagian utara dan daerah bagian selatan. Suhu udara rata-rata berkisar antara 7-10 derajat celcius pada musim dingin (di daerah bagian barat dan kawasan pegunungan mencapai -5 derajat celcius), dan 25-40 derajat celcius pada musim panas (di beberapa tempat di selatan Tunisia mencapai bahkan melewati 45 derajat celcius). Cuaca akan terasa lebih panas lagi saat angin gurun bertiup dari arah selatan. Musim semi dan musim gugur adalah musim yang menyenangkan berada di Tunisia, tentunya dengan suhu udara yang hangat dan cuaca yang indah di sepanjang hari.


2. Sejarah Tunisia
Sejarah Tunisia dapat ditelusuri dari berdirinya Kerajaan Carthage (Kartago) sekitar tahun 814 SM. Pada abad ke-2 SM, kerajaan Kartago mengalami kehancuran hingga mengakibatkan saling bergantinya kekuasaan asing di Tunisia.
 
Tunisia yang saat itu lebih dikenal dengan nama Afrika kemudian menjadi pusat Kerajaan Romawi di selatan Mediterania. Kedaulatannya meliputi sebagian wilayah kekuasaan Kerajaan Chartage. Antara 439-533 M, Tunisia dikuasai oleh pasukan Vandal, sebelum ditaklukkan kembali oleh Kerajaan Roman Byzantium (533-647 M).
 
Pertengahan abad ke-7 Uqba bin Nafi r.a., seorang sahabat Rasulullah SAW, masuk ke Tunisia bersama pasukannya. Tahun 647 M. pasukan Uqba r.a. berhasil menaklukkan Sbeitla (Sufetule) yang menandai bermulanya era Arab-Islam di Tunisia. 13 tahun kemudian, yaitu pada tahun 670 M. Uqbah r.a. berhasil menaklukkan kota Kairouan --sekitar 156 km. selatan kota Tunis-- dan kemudian menjadikannya sebagai ibukota (terhitung ibukota islam pertama di Afrika) pemerintahan dan pusat penyebaran islam di wilayah Afrika Utara. 

Seiring perubahan politik masa itu, Kairouan juga menjadi bagian dari wilayah kedaulatan Dinasti Umawiyah. Pada 698 M., pasukan islam dibawah pimpinan Hassan bin an Nu’man dan Musa bin Nashr berhasil menaklukkan Carthage, hingga kemudian Islam cepat berkembang di Tunisia . Bahkan pada tahun 711 M. –masa keemasan Dinasti Umayyah- agama Islam telah tersebar ke daratan Eropa dengan berhasil menaklukkan Andalusia (Spanyol dan kawasan Iiberia di sekitarnya).

Pada tahun 748 M., Dinasti Umawiyah digantikan oleh Dinasti Abbasiah. Peristiwa ini menyebabkan Tunisia terlepas dari pengawasan pusat kekhalifahan, namun kemudian dapat dikuasai lagi oleh Dinasti Abbasiah pada tahun 767 M. Pada tahun 800 M., Ibrahim Ibn Aghlab ditunjuk sebagai Gubernur Afrika Utara yang berkedudukan di Kairouan. Pada masa ini, Mesjid Agung Ezzitouna didirikan di kota Tunis.
 
Masa-masa selanjutnya adalah era kejayaan peradaban Islam Tunisia dan kawasan Arab Maghribi. Dinasti Aghlabiah (767-910), Fatimiah (910-973), Ziridiah (973-1062), Almohad (1159-1228) dan Hafsiah (1230-1574) silih berganti memegang tampuk kekuasaan di Tunisia, hingga masuknya Tunisia dalam wilayah Khalifah Utsmaniah (1659-1705) dan Huseini (1705-1957).
Perancis berhasil menjadikan Tunisia sebagai wilayah protektoratnya dengan ditandatanganinya Perjanjian Bardo pada 12 Mei 1881. 

Berbagai upaya dilakukan Rakyat Tunisia untuk lepas dari protektorat ini. Usaha ini mencapai hasil pada tanggal 20 Maret 1956 dengan dibatalkannya Perjanjian Bardo dan diproklamirkannya kemerdekaan Tunisia. Saat itu pemerintahan tetap dipegang oleh seorang Bey (gelar raja di Tunisia) sebagai kepala Negara. Pada tanggal 25 Juli 1957, Bey terakhir diturunkan oleh parlemen. Sejak saat itu Tunisia menjadi Republik dengan dipimpin oleh Habib Bourgiba sebagai Presiden pertamanya. Dengan nama Mata uang Dinar Tunisia (DT).


3. Islam di Tunisia
Mayoritas rakyat Tunisia adalah Muslim (99,5%). Islam dinyatakan sebagai agama resmi negara. Selain islam, juga terdapat masyarakat yang beragama Yahudi dan Kristen.
Islam pertama kali masuk ke Tunisia pada tahun 50H. (670 M.) yang ditandai dengan kedatangan pasukan muslim di bawah komando Uqbah bin Nafi, seorang sahabat Nabi. Mereka memasuki Tunisia lewat Mahdia, kota pantai 30 km. timur kota Sousse. Kemudian rombongan ini menuju Kairouan, dan menetap disana. Di kota inilah, Uqbah r.a. mengatur strategi penyebaran islam di Afrika Utara serta mendirikan sebuah masjid besar, yang kemudian dikenal dengan nama Masjid Uqbah.
 
Karena itulah, Kairouan dan Mahdia kini menjadi kota tujuan wisata sejarah islam terpenting di Tunisia, selain Mesjid Ezzeitouna di kota Tunis. Di Kairouan dan Mahdia, kita bisa mengunjungi masjid-masjid tua, benteng, makam para ulama serta istana sisa peninggalan peradaban islam.
Umat islam Tunisia hidup secara damai. Nilai-nilai keagamaan dijunjung tinggi dalam kehidupan keseharian. Masjid Ezzetona di kota Tunis dan Masjid Uqbah di Kairouan, kerap menjadi pusat kegiatan keagamaaaan dalam skala nasional maupun internasional.
 
Sebagai imbas dari penjajahan Perancis selama rentang abad 19 dan 20 Masehi, arus modernisasi dan kebudayaan Eropa merasuki pola hidup rakyat Tunisia, termasuk dalam kehidupan beragama. Kini, wajah islam modern dan moderat menjadi identitas umat islam Tunisia. Prinsip toleransi beragama dan kebebsan menjalankan ibadah diatara mereka sangat dijunjung tinggi. Gerakan tarekat sufi yang dulu sempat subur di Tunisia, kini tersisih karena imbas modernisasi ini.
 
Di kota Mahdia , terdapat komunitas muslim syiah. Kota ini dahulu adalah pusat dinasti Fatimiyah berjaya di Tunisia selama rentang tahun 910-970 M., kemudian melebarkan kekuasaan mereka ke Mesir, dimana mereka membangun Kairo sebagai Ibukota pemerintahan yang baru dan mendirikan masjid Al-Azhar yang merupakan cikal bakal universitas al-Azhar.
Dalam hal beribadah, mayoritas rakyat muslim Tunisia bermadzhab Maliki, sebagaimana kebanyakan umat islam di kawasan Afrika Utara lainnya. Meski demikian, umumnya mereka cukup toleran serta tidak fanatik dalam menganut fikih tertentu.

4. Sosial budaya
Jumlah penduduk Tunisia pada tahun 2005 adalah 11 juta jiwa, dengan tingkat pertumbuhan penduduk 1,08%. Pada tahun 2030 diperkirakan akan menurun hingga dibawah 1%. Ini adalah dampak dari adanya peningkatan tarap hidup serta membaiknya tingkat pendidikan, disamping semakin membaiknya pelayanan kesehatan. Faktor penting lainnya adalah keberhasilan pemerintah dalam menerapkan program KB (Keluarga Berencana). Pada tahun 2004, tingkat angka kelahiran mencapai 6,0 per 1000 penduduk.
 
Gambaran umum tentang kesejahteraan di Tunisia bisa dilihat dari keberhasilan pemerintah dalam memperkecil jumlah angka kemiskinan. Pada tahun 1980 jumlah rakyat miskin di Tunisia mencapai hampir 22%. Dalam beberapa tahun saja kemiskinan bisa ditekan, sampai 6,2% pada 1997 dan sekitar 4,2% tahun 2004. Tingkat harapan hidup juga meningkat menjadi 73,5 tahun, dibandingkan dengan 72,1 tahun pada tahun 1999.
 
Di Tunisia, kaum wanita mendapat ruang yang lebih luas dalam hal ketenagakerjaan. Hal ini dapat dilihat dari Jumlah tenaga kerja wanita mencapai 1.785.700, sedangkan tenaga kerja pria hanya berkisar 534.900. Prosentase wanita yang lebih tinggi dari pria menandakan kemajuan Tunisia dalam menangani isu kesetaraan gender.
 
Menurut data The Tunisia National Women's Union (UNFT) yang didirikan pada tahun 1956, terdapat sekitar 20 organisasi kewanitaan yang bergerak diberbagai bidang. Selain itu, kaum wanita juga mendapat porsi 11% di parlemen, 21,6% di Dewan Kotapraja, 11% di Dewan Ekonomi dan Sosial, 13,3% di Dewan Tinggi Hukum, dan 12% untuk staf bagian Kementrian.


5. Corak Masyarakat
Masyarkat Tunisia adalah bagian dari dunia Arab. Bahasa resmi yang dipergunakan adalah bahasa Arab, namun masyarakat Tunisia juga sangat fasih berbahasa Perancis. Penduduk aslinya adalah bangsa barbar, yang merupakan penduduk asli Negara-negara Afrika utara. Dengan berbagai kebudayaannya yang telah mewarnai Tunisia sejak lebih dari 8000 tahun silam.
 
Kedatangan bangsa asing ke Tunisia mempengaruhi corak budaya orang-orang Tunisia. Seperti budaya Phoenic dari kerjaan Chartage, Romawi, Vandal, Byzantium, Arab, Andalusia, Turki dan yang terakhir Perancis. Selain itu, letak geografis yang strategis juga memungkinkan Tunisia menjadi lokasi persimpangan berbagai peradaban. Hingga menjadikan Tunisia kaya akan sejarah dan warisan kepurbakalaan. Di negeri ini, kini terdapat lebih dari 20.000 monumen dan tempat-tempat bersejarah peninggalan Chartage (Carthaginian Empire), Kerajaan Romawi (Roman Empire), periode Islam dan era modern. Tunisia telah memberikan sumbangsih besar tentang kebudaaan tradisional yang dinamis, sehingga pada tahun 1997 UNESCO telah menjadikan Tunisia sebagai 'Ibukota Kebudayaan Daerah'.

6. Kesejahteraan Rakyat
Berdasarkan laporan Institut Stastistik Nasional Tunisia, rata-rata pendapatan perkapita pada tahun 2005 mencapai 3.501 DT (tahun). Serta menempatkan Tunisia sebagai negara ketiga termakmur di benua Afrika. Pertumbuhan sektor ekonomi pun sangat mendukung. Pada tahun 2004 pertumbuhan ekonomi mencapai 6% atau melebihi standar target 5,5%. 

Angka kepemilikan rumah mencapai 80%, fasilitas listrik 99,2%, pemilikan mobil 21% dan telefon rumah 35,6%. Bahkan menurut perhitungan pemerintah, hampir 80% warga Tunisia termasuk “kelas menengah”.
Kesejahteraan kaum pegawai, guru dan dosen mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah. Gaji PNS setingkat golongan IIIA berkisar 500-600 Dinar ($400-500). Gaji dosen bergelar doktor dan professor masing-masing sekitar 1500 sampai 2000 dinar.

B. Dunia Pendidikan Tunisia
Sejarah menunjukkan bahwa Tunisia mengalami beragam corak sistem pendidikan sesuai konteks sosio-politik yang melatarinya. Pada abad-abad permulaan Islam, kegiatan pendidikan hanya terkonsentrasi pada kajian agama di mesjid-mesjid, melalui sistem pengajian halaqah dan talqin. Pada masa dinasti al Muwahidin, muncul sistem madrasah. Sedangkan pada era Turki Utsmani, sekolah-sekolah dibangun, dilengkapi serta disediakannya asrama bagi para guru dan murid.
 
Pasca kemerdekaan, pendidikan mendapat perhatian khusus. Sejak tahun 1991, program wajib bela¬jar diterapkan bagi setiap anak yang berusia antara 6 hingga 16 tahun. Jika hal ini diabai¬kan maka keluarga yang bersangkutan akan terkena sanksi. Sesuatu yang sangat jauh berbeda dengan kondisi pendidikan kita.
 
Setiap warga be¬bas biaya pendi¬dikan, mulai dari pra-sekolah sampai universitas. Bahkan bagi keluarga miskin, pemerintah memberikan program beasiswa khusus. Pemerintah juga menyediakan fasilitas beasiswa di beberapa pergu¬ruan tinggi bagi warga negara asing yang belajar di Tunisia. Sejak tahun 2001, lebih 950 sekolah dasar dan menengah dilengkapi perangkat komputer dan jaringan internet. 

Lebih dari 4500 lembaga pendidikan mendapat subsidi berbagai peralatan modern penunjang proses belajar mengajar. Sebuah laporan dari Departemen Pendidikan menye¬butkan bahwa pada tahun 2004, Tunisia telah berhasil mencapai tujuan program pendidikannya hingga 99,1%. Sungguh keberhasilan yang gemilang bagi sebuah negara kecil seperti Tunis.
Dewasa ini di Tunisia terdapat 2,2 juta pelajar dan 334 ribu mahasiswa, yang tersebar di 4.492 sekolah dasar, 829 sekolah menengah, serta 13 universitas.
 
Jenjang pendidikan terdiri dari Pendidikan Dasar (al madrasah al asasiyyah) selama 9 tahun (SD dan SMP), Pendidikan Menengah (al madrasah ats tsanawiyyah) selama 4 tahun dan Pendidikan Tinggi. Jenjang pendidikan menengah terdiri dari 4 tahun, yakni 3 tahun pendidikan menengah setara dengan SMU serta 1 tahun terakhir sebagai kelas persiapan kuliah (kelas Bachelor). Sejak kelas 3, para siswa mendapat penjurusan program studi, yang terdiri dari Fisika, Biologi, Teknologi, Adab dan Ekonomi.
Pendidikan tinggi terdiri dari 3 tahap (marhalah); program S1 selama 4 tahun (al marhalah al ula dan al marhalah ats tsaniyah). Lulusan al marhalah ats tsaniyah menyandang gelar syahadah ustadziyah. Sedangkan tahapan ketiga (al marhalah ats tsalitsah) adalah program S2 (dua tahun) dan S3 (tiga tahun).
 
Pada bulan Mei 2006, pemerintah mengagendakan reformasi dalam bidang pengaturan jenjang pendidikan. Pendidikan tinggi menganut sistem LMD, yakni License, Magister dan Doktor. Masa studi program S1 dipersingkat menjadi 3 tahun, lulusannya menyandang gelar License. Kecuali untuk program studi Ilmu Kedokteran, yang tetap dengan sistem lama (empat tahun). Program Magister tetap 2 tahun. Terdiri dari 6 bulan masa belajar di kelas, 6 bulan masa pembekalan methodologi riset serta 12 bulan terakhir masa penulisan tesis. Sedangkan program Doktor dipersingkat menjadi 2 tahun, dari semula 3 tahun.
 
Akan tetapi, sistem LMD ini diterapkan secara bertahap. Untuk tahun ajaran 2006-2007, sistem LMD baru akan diterapkan pada program-program studi humaniora, termasuk di Universitas Ezzitouna. Targetnya, tahun 2010, semua program studi telah menerapkan sistem LMD.
Sistem Ujian dan Penilaian
 
Pada sekolah dasar dan menengah, ujian diadakan dengan sistem catur wulan. Sedangkan pada jenjang universitas, ujian diadakan dengan sistem semester. Setiap mata pelajaran dan mata kuliah, memiliki bobot nilai yang berbeda, sebagaimana sistem SKS di tanah air. Untuk lulus dalam sebuah mata pelajaran, seorang pelajar dan mahasiswa harus memiliki nilai diatas 50 persen.
Ujian nasional (al imtihan al qaumi) diadakan pada akhir jenjang pendidikan dasar dan menengah. Hasil ujian ini memiliki porsi 75% dalam standar kelulusan akhir seorang siswa. Porsi 25% lagi diambil dari nilai komulatif selama masa belajar.
 
Lulusan SD yang mendapat nilai rata-rata tinggi, akan mendapat prioritas masuk SMA negeri unggulan (Madrasah Pilot). Para lulusan SMA Pilot ini biasanya mendapat prioritas dalam program pengiriman mahasiswa ke Luar Negeri yang disponsori pemerintah.
Proses rekrutmen calon mahasiswa baru di universitas-universitas dalam negeri dilakukan oleh Kementrian Pendidikan Tinggi, dalam sebuah proses kerja yang terdiri dari 4 gelombang. Lulusan SMA dengan nilai tinggi akan mendapat kesempatan dalam gelombang pertama. Sedangkan mereka yang memiliki nilai lebih rendah, akan diterima dalam gelombang tiga dan empat. Sistem ini dilakukan karena Tunisia tidak menggunakan sistem UMPTN.

Tabel 1 : Jumlah Siswa Sekolah Dasar
Tahun Pelajaran Siswa Siswi
1973/1974 533.000 333.000
1986/1987 732.000 588.000
2002/2003 662.000 603.000

Tabel 2 : Prosentase Murid SD Melanjutkan ke SMA
1975 1980 1994 2002
21% 32,2% 55,3% 75,7%

Tabel 3 : Rasio Jumlah Murid : Guru di Sekolah Dasar
1970/1971 2000/2001 2002/2003
50 22,7 21,4

Sumber Anggaran Pendidikan
Wujud nyata dukungan pemerintah terhadap dunia pendidikan diantaranya dengan adanya porsi 26,2% APBN 2005 untuk sektor pendidikan. Angka yang terhitung tinggi, sekaligus layak untuk mendukung terciptanya Sumber Daya Manusia yang handal dalam menyongsong era pembangunan.
Sementara, partisipasi rakyat dalam mendukung program pendidikan ini terwujud dengan aktifnya lembaga as Shunduq al Wathani li at Tadhamun al Ijtima’i (Le Fond National de Solidarité), yakni kotak nasional untuk solidaritas sosial. Lembaga ini didirikan pada tahun 1992, sebagai upaya pemerintah dalam program pemerataan kesejahteraan. Termasuk diantaranya bantuan pada sektor pendidikan.
 
Pemerintah mendorong warga yang berkecukupan untuk bersedekah pada lembaga ini. Untuk memudahkan kinerja, pada tahun 1997 didirikan Bank Solidaritas Tunisia.
Selama rentang tahun 1994-2000, lembaga ini telah menyalurkan dana sebesar 807 Juta Dinar (sekitar 6,4 triliyun rupiah) melalui 1762 program, di 1340 wilayah. Serta membantu lebih dari 240.000 keluarga (11% dari jumlah seluruh keluarga Tunisia) dalam upaya memperbaiki taraf hidup. Angka kemiskinan pun ditekan hingga 4,2% (2004). Sebanyak 3,7 Juta Dinar (2,9 Milyar rupiah) digunakan untuk bantuan rehabilitasi dan pembangunan gedung lembaga pendidikan dalam 130 program kegiatan.

Beasiswa dan lainnya
Setiap warga asing dan pribumi mempunyai kesempatan untuk mendapatkan beasiswa dari pemerintah Tunisia. Untuk memudahkan proses pengurusannya, pemerintah mendirikan lembaga khusus dibawah departemen pendidikan tinggi secara langsung. Diwan Al khidmat Al jamii’yyah (kantor urusan Perguruan tinggi). Kantornya tersebar disemua kota diseluruh Tunisia. Selain pengurusan beasiswa, badan ini juga mengurus seputar izin tinggal, penempatan asrama, dan sebagainya. Besaran jumlah beasiswa yang dikeluarkan bermacam-macam tergantung perkuliahan dan jurusan yang diambil. Besar beasiswa S1 untuk program keagamaan 50 DT (35 $) perbulan, sedangkan untuk Marhalah Ats Stalitsah S2 dan S3 sebesar 140 DT (110$) perbulan.
 
Beberapa persyaratan yang dibutuhkan untuk pengajuan beasiswa:
1. Surat pengantar dari Kementrian Pendidikan Tunisia yang menyatakan mahasiswa yang bersangkutan belajar di Tunisia
2. Tarsim Jami’ah (Surat keterangan mahasiswa dari universitas)
3. Photo Copy Passport
4. 2 lembar Pas Foto
5. Mengisi Formulir Beasiswa yang telah disediakan
6. 2 amplop beserta prangko
7. Semua persyaratan dilegalisir (Copy Conform) oleh pihak Baladiyyah (setingkat Kabupaten/Kota) di Tunisia

Biaya hidup di Tunisia memang tergolong mahal, tak salah bila masyarakat Tunisia sendiri memberikan julukan negaranya “swiss of Arab”, sebuah pengakuan akan tingginya biaya kehidupan di negara ini. Untuk harga sewa flat (1kamar+dapur+kamar mandi) saja disekitar kampus bisa mencapai 150 DT ($120). Belum alokasi untuk keperlerluan sehari-hari, transportasi dan lainnya. Minimal kita membutuhkan sekitar 200$/bulan.
 
Tapi menjadi pelajar di Negeri Zaitun banyak kemudahan yang akan kita dapatkan. Hal ini merupakan bukti kesungguhan perhatian pemerintah pada sektor pendidikan. Dengan dibangunnya asrama-asrama (mabit) untuk para pelajar, restaurant-restaurant dan sarana transportasi khusus yang bisa diakses semua mahasiswa tanpa terkecuali. Semua itu sangat dirasakan membantu kelancaran proses belajar .
 
Karena dirasakan tercukupinya berbagai kebutuhan, jarang sekali mahasiswa asing yang belajar dengan menyisihkan waktu untuk bekerja. Disisi lain peraturan yang diterapkan oleh pemerintah yang membatasi aktifitas warga asing yang tinggal di Tunisia untuk mencari penghasilan tambahan. Kecuali dalam kasus tertentu saja, sebatas aktifitas dalam skala kecil yang bersifat kekeluargaan.

Perguruan Tinggi
Beberapa nama perguruan tinggi Tunisia:

1. Universitas Tunis
2. Universitas Tunis El Manar
3. Universitas 7 November
4. Universitas Ezzeitouna
5. Universitas Manouba
6. Universitas Jandouba
7. Universitas Sousse
8. Universitas Monastir
9. Universitas Kairouan
10. Universitas Sfax
11. Universitas Gafsa
12. Universitas Gabes
13. Perguruan Tinggi Pendidikan dan Teknologi
 
Adapun perguruan tinggi swasta adalah:
1. Tunis Libre University
2. Arab Sciences University
3. El Ibdily University
4. Libre University of Chartage
5. Maghribia Higher Institute of Information and Technology
 
Dari sekian banyak perguruan tinggi yang ada di Tunisia, yang berkiprah dalam pendidikan keagamaan terkonsentrasi pada universitas Ezzetuona. Sebuah lembaga pendidikan tua yang pada awalnya terkenal dengan julukan ‘menara peradaban’ ini terus menjadi pelita dalam menelurkan generasi-generasi islam yang tangguh. Khususnya dalam kajian perspektif Ushul Fiqh. Universitas ini termasuk garda terdepan dalam melahirkan kajian-kajian Maqashid Syariah. Dengan munculnya para ahli-ahli fiqh baru yang ikut serta mencerahkan khazanah pemikiran islam.

Untuk mahasiswa Indonesia yang mendapatkan beasiswa hanya mahasiswa yang menuntut ilmu di Ezzitouna, sesuai dengan nota kesepahaman (MoU) yang di tandatangani oleh Depag. Dalam hal ini, Depag dan KBRI sebagai fasilitator dalam proses pendaftaran serta pengiriman mahasiswa ke Tunisia.

Sekilas Tentang Universitas Ezzitouna

Pendahuluan
Corak Islam di Tunisia dalam sejarahnya, tak bisa lepas dari peran Ezzitouna, sebuah lembaga pendidikan Islam yang telah berusia lebih dari 1000 tahun. Tak terkecuali saat ini, ketika Tunisia tengah berada dalam terpaan arus modernisasi global yang melanda hampir seluruh pelosok dunia. Ezzitouna tetap berkomitmen dengan jati dirnya sebagai markas studi islam.

Sejarah Singkat
Menurut catatan sejarah, kampus kami termasuk lembaga pendidikan Islam tertua. Cikal bakalnya adalah pengajian-pengajian halaqah seperti pesantren yang digelar di Mesjid Agung Ezzitouna.
Pengajian-pengajian ini telah berlangsung sejak awal didirikannya Mesjid Agung Ezzitouna pada tahun 116H/732 M. Saat itu, Tunis diperintah oleh seorang gubernur bernama `Ubaidillah al-Habhab, pada masa pemerintahan Hisyam bin Abdul Malik dari Dinasti Umayah. 

Materi yang diajarkan dalam halaqah-halaqah itu meliputi Alquran dan ilmu-ilmu keislaman secara umum. Waktu belajarnya adalah setiap usai shalat lima waktu. Diantara syekh pertama yang mengajarnya adalah Khalid bin Amran, beliau pernah belajar langsung dari al-Qasim bin Muhammad bin Abu Bakar as-Shiddiq, dari salim bin Abdillah bin Umar bin Khattab, dari Sulaiman bin Yassar seorang pakar fiqh di kota Madinah al-Munawwarah.

Kegiatan pengajian yang menggunakan kitab kuning ini terus berlangsung selama berabad-abad. Hingga pada paruh kedua abad 19, mulai terjadi reformasi sistem pengajaran. Diantara bentuknya adalah penerapan sistem absensi, pengaturan jenjang dan jadwal belajar, pengajaran bahasa asing dan ilmu-ilmu umum, standarisasi ujian, serta pengembangan metode dialog.

Syekh Muhammad Thahir ibn Asyur –seorang ulama terkemuka Tunisia yang wafat pada tahun 1973 M- menuturkan bahwa pada reformasi pendidikan yang mendasar itu terjadi pada tahun 1292 H (sekitar tahun 1890 M) dan banyak diilhami oleh Muhammad Abduh dan Khairuddin at Tunisi. Nama yang disebutkan terakhir adalah seorang negawaran Tunis yang memiliki pengalaman melanglang buana ke negara-negara Eropa. Kekaguman Khairudin pada kemajuan Eropa serta beberapa gagasan pembaharuannya ia tuliskan dalam sebuah buku yang saat ini sangat dikenal di Tunis ; Aqwamul Masalik fi Ma’rifati Ahwal al Mamalik.

Perbaikan sistem pengajaran terus berlangsung di Tunis. Pada tahun 1894, didirikan pula Madrasah Khalduniyah, sebagai salah satu lokasi belajar bagi para santri. Sepuluh tahun kemudian, al Jam’iyyah az Zaituniyyah (Lembaga Ezzitouna) secara resmi didirikan. Pembentukan lembaga ini sekaligus menjadi momen berdirinya Universitas Ezzitouna modern hingga yang dikenal saat ini.

Program/Jenjang Pendidikan

Universitas Ezzeitouna menyediakan program untuk S-1 (licence), Pasca sarja dan program doktoral. Universitas ini memiliki empat fakultas: Teologi, Hukum Islam, Peradaban Islam, dan Informatika. Adapun fakultas yang disediakan untuk mahasiswaa asing adalah Fakultas Peradaban Islam (hadharah islamiah) untuk tingkat S1. Program kajian Ushuluddin (Teologi), Syariah (Hukum islam), dan peradaban Islam untuk S2 dan S3.

Pada bulan Mei 2006, Pemerintah Tunisia mengagendakan reformasi pendidikan. Salah satu poinnya adalah perubahan massa studi S1, S2, dan S3. sejak tahun ajaran 2006-2007, sistem pendidikan tinggi Tunisia mengacu pada sistem LMD (Licence, Magister dan Doktor) dengan masa studi 3 tahun untuk S1, 2 tahun untuk S2 dan 2 tahun untuk S3.

Sistem perkuliahan yang diterapkan adalah tatap muka dalam bentuk paket. Masa studi untuk program S1 terbagi ke dalam dua tahapan: al Marhalah Ula dan al Marhalah ats Tsaniyah. Pada tahapan pertama materi kuliah yang diberikan bersifat umum untuk dipelajari semua mahasiswa. Lamanya jenjang pendidikan al Marhalah Ula ini setara dangan 2 semester. Pengambilan jurusan diambil ketika mahasiswa telah dinyatakan lulus pada al Marhalah Ula. Pada tahapan kedua, al Marhalah ats Tsaniyyah atau dikenal dengan al Marhalah Ustadziyyah. Mahasiswa telah di berikan kesempatan untuk mengambil kurikulum jurusan. Materi kuliah yang diambil telah spesifik pada konsentrasi jurusan antara: Ushuluddin, Syari’ah dan Hadharah al Islamiyyah.

Pada program S2, 6 bulan pertama merupakan masa kegiatan kuliah, sedangkan 18 bulan berikutnya untuk penulisan tesis yang terlebih dahulu dimulai dengan program pembekalan methodologi dan karya ilmiah. Sedangkan program doktoral hanya berupa penulisan disertasi selama maksimal 3 tahun dengan bimbingan seorang professor.

Selain program tersebut, terdapat program Tamhidiyyah (kelas persiapan) yang disediakan bagi calon mahasiswa yang belum memiliki kemampuan bahasa Arab yang memadai. Program ini terbagi pada 2 tingkat dengan massa studinya masing-masing 1 tahun. Materi yang diberikan tidak terlepas dari pendalaman seputar bahasa, kaidah-kaidahnya serta pelatihan menulis.

Sisi keunggulan lain Universitas Ezzetouana jika dibandingkan dengan universitas-univesitas islam lainnya di negara Arab adalah penekanan pada methodologi keilmuan. Materi dikemas dengan sistem Nadhariyyah (Teori) dan Musayyar/'Amaly (praktek) pada setiap mata kuliah, sehingga proses pendidikan lebih terjamin. Penyampaian materi kuliah tidak secara dikte dan hafalan saja. Interaksi antara dosen dan mahasiswa hidup dengan diadakannya diskusi dan penugasan-penugasan analisis di beberapa literatur yang telah ditentukan oleh dosen sesuai dengan paket materi kuliah.

Dewasa ini Ezzeitouna terkenal sebagai lembaga pendidikan terdepan yang melahirkan konsep-konsep Maqashid Syariah¬. Dari kampus ini muncul ahli-ahli fikih baru yang mewarnai cakrawala pemikiran islam. Kajian Maqashid Syariah yang menggabungkan ketajaman analisa pada teks dan pemahaman ushul. Kampus ini pernah dipimpin oleh pemikir handal sekaliber Syekh Muhammad Thahir ibn Asyur. Ia membukukan konsep-konsep Maqashid Syariah para pemikir pendahulunya, seperti Asyatibi, al Ghazali dan lainnya. Dengan mengedepankan pemeliharaan terhadap agama, jiwa, akal, keturunan, harta dan kehormatan.

Bahasa
Bahasa pengantar yang digunakan adalah bahasa arab dan perancis pada mata kuliah tertentu. Selain materi diatas, para mahasiswa juga wajib mengikuti dua program bahasa asing; Bahasa Inggris dan Perancis. Serta program paket pilihan bahasa yang meliputi bahasa Spanyol, Italia, Jerman, Latin, Persia dan Ibraniyyah.

Kegiatan Mahasiswa
Selain kegiatan perkuliahan, pihak kampus menyediakan kegiatan-kegiatan pendukung yang bersifat ekstrakulikuler. Sebagai bukti kepedulian dari pihak kampus, dibentuklah Dewan khusus mahasiswa. Terdiri dari pihak kampus dan beberapa perwakilan dari mahasiswa. Tugasnya mengurusi segala bentuk kegiatan mahasiswa diluar pendidikan kuliah. Seperti; pertandingan olah raga, pekan kebudayaan, tour ke luar kota dan yang lainnya. 

Sekurang-kurangnya dua kali pihak kampus mengadakan rihlah mahasiswa, sambil menikmati keindahan alam Tunisia kita dikenalkan pada situs sejarah, kebudayaan dulu masyarakat Tunisia. Selain itu diadakan pameran kebudayaan dari Negara-negara asing, biasanya pihak Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) sering diundang untuk ikut serta mengikuti pameran ini. Memberikan sumbangsih untuk mengenalkan budaya ibu pertiwi pada khalayak ramai.
 
Kegiatan yang tak kalah menariknya untuk diikuti mahasiswa adalah club-club belajar, club olahraga yang diluar kegiatan perkuliahan. Seperti Nadi Qiraat (club Qiraat), Nadi I’lamiyyah (club informasi), club sepak bola, kalighrafi, kesahatan, kebudayaan dll. Semua club memiliki jadual kegiatan, aktifitas masing-masing. Sesekali diadakan demontrasi disekitar kampus. Semua itu menjadikan para mahasiswa merasa nyaman dan memiliki rasa kepemilikan yang tinggi pada kampusnya. Sehingga proses belajar bisa tercapai dengan hasil yang sangat maksimal.
Masa liburan panjang perkuliahan pada musim panas. 

Layaknya negara-negara yang memiliki perbedaan 4 musim. Kegiatan perkuliahan berhenti pada akhir Mei seiring kegiatan ujian pertengahan kedua telah selesai, kecuali bagi mahasiswa S1 yang belum mencapai standar kelulusan sebagaimana yang diterapkan pihak kampus. Ia masih harus berkutat dengan ujian Tadarruk (susulan) pada awal bulan Juni sesuai dengan mata kuliah yang kurang.

Mahasiswa dan Alumni
Untuk menjamin kualitas dan keseimbangan fasilitas. Pemerintah Tunisia membatasi jumlah mahasiswa asing yang belajar di Tunisia . Pada tahun ajaran 2005-2006, terdapat 400 mahasiswa asing di Universitas Ezzeitouna, yang berasal dari 37 negara Afrika, Asia dan Eropa.
Sejarah menunjukan bahwa peran Universitas Ezzeitouna sangat besar dalam upaya membangun sumberdaya manusia yang berkualitas dalam proyek penyebaran ulama, Ahli fikih serta cendikiawan yang gemilang dari Ezzeitouna ini. 

Almamater ini dari masa ke masa telah mencetak tokoh-tokoh terkenal, seperti Ahmad at-Tifasyi pengarang pertama mausu'ah 'arabiyah (Enseklopedi Arab), Ibn 'Ifrah (pakar fiqh Madzhabn Maliki), Abdurrahman Ibnu Khaldun (Bapak Sosiologi modern), Abu al-Qassim asy-Syabi (penyair legendaris), Tahar Haddad (penyair dan sosiolog), Muhammad at-Tahir Ibn 'Asyur (pakar tafsir kontemporer dengan karya monumentalnya kitab al-Tahrir wa Tanwir). Mereka adalah contoh dari sejumlah alumnus Ezzitouna yang selalu akan di kenang dalam perjalan sejarah manusia.

Materi-materi Kuliah:

1. Program S1

No. Marhalah Ula Marhalah ats Tsaniyah
1 Al Quran wa ‘Ulumuh Ushul Fiqh wa al Maqasid
2 Assirah Annabawiyyah wa as Sunnah At Tasyri’ al Islamy wa Tarikhuhu
3 Madkhal ila Dirasat Ushul ad Din Hadharah Islam fi al ‘Alam
4 Madkhal ila Dirasat al FIqh wa Madzhabihi Dirasah fi Adyan al Muqaranah
5 Tarikh al Adyan Al Kitabiyah Madaris at Tafsir al Hadits
6 Ilmu al Ijtima’ Addini Filsafat al Qanun al Wadh’i
7 Bahasa Arab Al Fikr al Islamy al Hadits wa al Mua’ashir
8 Bahasa Inggris/Perancis Tarikh al ‘Ulum wa al Funun
9 Manhajiyyah At Tafsir fi al ‘Ashr al Hadits
10 Madaris at Tafsir fil al Qadim Ushul ad Din Qadiman wa Haditsan
11 Tarikh al Islam Al Firaq al Islamyah wa al ‘Aqaid
12 Tarikh al Fikr al Islamy At Tashawwuf wa tarikhuhu
13 Ulum al Hadits wa syarhuhu Hadharah al ‘Arab qabla al Islam
14 Ushul al Fiqh wa Tarikhuha Al Muassasat fi al Islam
15 Al’aqaid wa Tarikhuha Mabahits fi at Tarikh al Iqtishady fi al Islam
16 Al Maqasid wa Attasyri’ Tarikh al ‘Ulum wa al Funun fi al Hadharah al Islamiyyah

2. Program S2
Secara garis besar, materi yang terdapat dalam program S-2 sebagai pelajaran inti untuk setiap jurusan adalah : al Quran wa al Hadits, al Fikr al Mu’ashir, Huquq al Insan, Filsafat Umum dan terjemah (arab-inggris/arab-perancis)
Sedangkan materi yang diajarkan sebagai intensifikasi jurusan adalah : Fikh, Ushul Fikh dan Syari’ah wa al Qanun (Syari’ah) Tarikh Adyan, al Firaq al Islamiyyah dan al ‘Aqaid (Ushuluddin) serta at Turats wa al Hadatsah Harakah al Islamiyyah, Hadharah al Islam dan al Iqtishad (Hadharah)

Proses Pendaftaran

Setiap tahun pemerintah Tunisia mengirim permohonan pengiriman mahasiswa kepada pemerintah Indonesia yang ingin belajar di Universitas Ezzeitouna. Biasanya permohonan dikirimkan dalam rentan bulan Juni-Juli untuk mahasiswa S1 dalam jumlah tertentu. Informasi bisa didapat dari Departemen Agama RI atau kedutaan Tunis di Jakarta untuk lebih jelas.
Secara garis besar persyaratan yang diminta sebagai berikut:

1. 2 lembar pas photo ukuran 3x4
2. Photo copy Ijazah SMU atau sederajat yang sudah di terjemahkan ke dalam bahas arab
3. Photo copy Surat Akte Kelahiran yang sudah di terjemahkan kedalam bahasa arab
4. Photo copy surat keterangan sehat dari dokter yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa arab
5. Photo copy Surat Keterangan Kelakuan Baik (SKKB) dari kepolisian yang telah diterjemahkan kedalam bahasa arab
6. Surat Rekomendasi dari Depag (Pusat/Daerah) atau yayasan yang sudah diterjemahkan kedalam bahasa arab
7. Surat permohonan (Matlab Qabul wal Tasjil) yang ditujukan kepada Kementrian Pendidikan Tinggi Tunisia (wizarah at-ta'lim al-aly) dalam bahasa arab atau perancis.

Jumlah kuota pertahun yang disediakan untuk pelajar S1 4 orang. Sedangkan untuk program magister dan doktor sebanyak 3 orang.

Pemerintah Tunisia tidak menerima pendaftaran secara langsung, dengan mengirimkan persyaratan ke Perguruan Tinggi yang bersangkutan. Berkas-berkas harus terlebih dahulu melaui kualifikasi di Kedutaan Indonesia di Tunis ataupun melalui kedutaan Tunis di Jakarta. Dari dua lembaga tersebut dikirimkan ke Kementrian Pendidikan Tinggi dengan dilampirkan pengantar yang ditujukan khsusus kepada perguruan tinggi yang bersangkutan.

Persyaratan dapat dikirimkan melalui kedutaan Indonesia di Tunis dengan alamat :

Kasubid Pensosbud KBRI Tunisie
L’Ambassade D’Indonesie
Rue du Lac Malaren/Rue du Lac Oubeira
Berges du Lac-Grand Tunis-Tunisia
Phone : +216.71.860377 – 71.860720
Fax : +216.71.861.758

Dengan disertakan surat permohonan yang ditujukan kepada KBRI Tunisia /Kasubid. Pensosbud Tunis untuk dibantu didaftarkan kepada Universitas yang dituju.

Dapat juga dikirim melalui kedutaan Tunisia di Jakarta dengan alamat :

Embassy Republic of Tunisie
Jl. Karang Asem Tengah blok C/5 No. 15 Jakarta Selatan 12950
Telp. 6221 52892328, 52892329

Pemberitahuan kelulusan sekitar bulan September dari Kementrian Pendidikan Tinggi Tunisia disertai edaran surat calling visa bagi siswa yang dinyatakan lulus. Untuk tiket keberangkatan dibebankan kepada calon mahasiswa. Sementara awal mulai kuliah untuk seluruh sekolah di Tunisia pada pertengahan bulan September.

Informasi yang belum jelas dapat ditanyakan langsung kepada PPI Tunisia via surat dengan alamat :

PPI Tunisia, BP. 104, Recette Principale 1000
Tunis - Tunisie.
Telp. +216-95555215.
Email : zaitunaa@yahoo.com

Penutup
Paparan singkat ini sungguh masih jauh dari apa yang diharapkan. Baik dari segi penyampaian dan data yang dikumpulkan. Oleh karena itu, sangat kami harapkan masukan dan koreksinya. Sekali lagi untuk kebaikan kita bersama, kita semua. Karena, pendidikan tidak hanya terkurung pada system, yang lebih utamanya adalah bagaimana ia bisa menjadi jembatan untuk membangun mental dan kecerdasan bangsa. Dimanapun, dan kapanpun kita tetap warga Negara Indonesia yang mempunyai tanggung jawab memajukan bangsa tidak hanya secara moral saja, lebih dari itu.
Baca Selengkapnya...

INFO CARA BELAJAR, PROSEDUR, DAN BIAYA KULIAH DI BERBAGAI UNIVERSITAS DI YAMAN

Belajar di luar negeri merupakan idaman semua orang, siapa sih yang gak mau belajar di luar negeri, mau kan? tapi sayang semua cita-cita dan impian itu kurang terealisasikan karena tidak adanya informasi dan tidak ada nya motivasi apa lagi link di negara yang di idamkan.

untuk membantu sahabat-sahabat yang ingin belajar di luar negeri khususnya di timur tengah sepesifikasinya di yaman, kami siap membantu memberikan informasi sekaligus memfasilitasi ke inginan para sahabat tapi ingat dengan biaya sendiri ya he,,,,, karena kalo kami harus membantu dengan materi maaf belum bisa coz kami masih belum jadi bos he,,,, peace,,,,,,,,

adapun rincian biaya nya sebagai berikut : NB : Ingat kalo ada yang belum jelas dengan prosedur dan biaya dibawah ini bisa langsung ditanyakan di kontak person : +967737290181 atas nama TEGUH WIBOWO, atau ke KANG RONY di +967714254554, atau bisa hubungi admin.


Adapun daftar rinciannya sebagi berikut :

Rincian biaya daftar kuLiah dan caLLing visa study:

1.Daftar Universitas dan pembayaran kuLiah smster 1&2= 6,5jt
2.Surat keterangan Syahadah Qoid Dan Ifadah dr Universitas dan surat dr departemen
pendidikan yaman= 500rb
3.Surat dan stempeL kementrian Luar negri= 500rb

4.caLLing Visa= 2jt( ane ngurus pke visa study bandara, jd nnti visa nte di stempeL
ketika smpe di bandara, krna kLo visanya di ambiL di jkrta prosesnya Lama, jd soaL
visa study bandara agak mahaL, ane ga mw cepet dan ga pngen nyusahin nte boLak
baLik jakarta)

5.imigrasi=1jt
6.bayar bagian perwakiLan universitas ketika penjemputan di bandara dan
kepengurusan sbg penjamin= 1jt.


Rincian biaya kepengurusan visa dan izin tinggaL buat beLajar tahun pertama di yaman:

1.Surat keterangan dari bank dan MedicaL= 500rb
2.Surat syahadah Qoid dan Ifadah dan departmen pendidikan dan kantor poLisi= 500rb

3.biaya Imigrasi dan perwakiLan dr universitas ketika pembuatan visa bLajar thn
pertama di yaman= 1jt

4.Uang Transport bwt ane sLama kepengurusan dr caLLing visa smp beres izin tinggaL
seLama 1thn= 1jt

NB:
Jadi totaL biaya keseluruhannya sekitar 14,5 jt an
nnti soaL biaya pesawat jakarta-sanaa,
sobat bisa beLi tiket yemenia airways sendiri di jakarta,kalo misalkan di jakarta Lumayan mahaL,nanti sobat bisa kontak kami buat tanya-tanya soaL harga tiket (24 jam kami siap melayani he,,,,,

kalo misaLkan dsini harganya miring,sobat bisa beLi tiketnya di yaman,nanti kami Print out tiketnya, dan akan kami kirim lewat email sobat. gampang dan mudahkan selamat bergabung dengan kami untuk menjadi pelajar di Yaman syukran...
Baca Selengkapnya...

Info Cara Belajar dan Biaya di Timur Tengah (Yaman)

Belajar di luar negeri merupakan idaman semua orang, siapa sih yang gak mau belajar di luar negeri, mau kan? tapi sayang semua cita-cita dan impian itu kurang terealisasikan karena tidak adanya informasi dan tidak ada nya motivasi apa lagi link di negara yang di idamkan.

untuk membantu sahabat-sahabat yang ingin belajar di luar negeri khususnya di timur tengah sepesifikasinya di yaman, kami siap membantu memberikan informasi sekaligus memfasilitasi ke inginan para sahabat tapi ingat dengan biaya sendiri ya he,,,,, karena kalo kami harus membantu dengan materi maaf belum bisa coz kami masih belum jadi bos he,,,, peace,,,,,,,,


adapun rincian biaya nya sebagai berikut : NB : INgat kalo ada yang belum jelas dengan prosedur dan biaya dibawah ini bisa langsung ditanyakan di kontak person : +967737290181 email : tsabit_elhaybah@yahoo.com atau thabit_elhaybeh@yahoo.com atas nama TEGUH WIBOWO, atau ke KANG H.RONY di +967715138399, email : bakronilatar@yahoo.co.id atau bisa hubungi admin.


Adapun daftar rinciannya sebagi berikut :

Rincian biaya daftar kuLiah dan caLLing visa study:

1.Daftar Universitas dan pembayaran kuLiah smster 1&2= 6,5jt
2.Surat keterangan Syahadah Qoid Dan Ifadah dr Universitas dan surat dr departemen
pendidikan yaman= 500rb
3.Surat dan stempeL kementrian Luar negri= 500rb

4.caLLing Visa= 2jt( ane ngurus pke visa study bandara, jd nnti visa nte di stempeL

ketika smpe di bandara, krna kLo visanya di ambiL di jkrta prosesnya Lama, jd soaL
visa study bandara agak mahaL, ane ga mw cepet dan ga pngen nyusahin nte boLak
baLik jakarta)

5.imigrasi=1jt
6.bayar bagian perwakiLan universitas ketika penjemputan di bandara dan
kepengurusan sbg penjamin= 1jt.


Rincian biaya kepengurusan visa dan izin tinggaL buat beLajar tahun pertama di yaman:

1.Surat keterangan dari bank dan MedicaL= 500rb
2.Surat syahadah Qoid dan Ifadah dan departmen pendidikan dan kantor poLisi= 500rb

3.biaya Imigrasi dan perwakiLan dr universitas ketika pembuatan visa bLajar thn
pertama di yaman= 1jt

4.Uang Transport bwt ane sLama kepengurusan dr caLLing visa smp beres izin tinggaL
seLama 1thn= 1jt

NB:
Jadi totaL biaya keseluruhannya sekitar 14,5 jt an
nnti soaL biaya pesawat jakarta-sanaa,
sobat bisa beLi tiket yemenia airways sendiri di jakarta,kalo misalkan di jakarta Lumayan mahaL,nanti sobat bisa kontak kami buat tanya-tanya soaL harga tiket (24 jam kami siap melayani he,,,,,

kalo misaLkan dsini harganya miring,sobat bisa beLi tiketnya di yaman,nanti kami Print out tiketnya, dan akan kami kirim lewat email sobat. gampang dan mudahkan selamat bergabung dengan kami untuk menjadi pelajar di Yaman syukran...
Baca Selengkapnya...

Berita Kondisi Yaman Saat Ini



GEJOLAK YAMAN

saat ini yaman benar-benar terpuruk, negeri imani ini merupakan negara termiskin di timur tengah namun demikian negeri tersebut masih mengandung banyak sejarah islam yang tidak akan habis-habisnya tuk di pelajari dan di kaji, mulai dari pengutusan para sahabat, sejarah abrahah, ratu bilqis, para nabi, dan sejarah kota-kota ilmu seperti sana'a, hadromaut, dzamar, so'dah, maarib, zabid, dll.

Yaman merupakan negara yang diliputi penuh dengan bebatuan, gurun pasir dan pegunungan, namun karena ia merupakan negara iman, fiqh, dan negara hikmah, maka banyak para pelajar dari berbagai belahan dunia yang datang ke negara tersebut untuk menimba ilmu agama dan sastra, seperti negara Indonesia, Malaysia, singapura, thailand, fhilipina, turiki, suria, inggris, somalia, jibuti, amerika serikat, oman, sudan, arab saudi, china, jepang, kaum misionaris, prancis, jerman, dll.



namun saat ini semua pelajar tersebut buyar dan sebagian besar khusus nya pelajar Indonesia yang belajar di ibu kota negara (sana'a)baik di sana'a university, saba university, the national university,sains dan tekhnology university, yemen university, yemenia university, the future university, yemen university, al iman university,andalus university, pendidikan tinggi ilmu Al Qur'an, dan di berbagai institut di sana'a yaman, mereka semua sudah pada pulang ke indonesia dengan ngambil visa khuruj wa audah (re-entry visa).

hal itu terjadi karena keadaan yaman khususnya di ibu kota negara dan berbagai kota besar di yaman seperti taiz, aden, abyan, dzamar, dll sangat berbahaya akibat perang antara kobilah hasyid al ahmar dengan pihak pemerintah, perang tersebut terjadi akibat krisis politik yang berkepanjangan, yang mana para sya'bul yaman (pemuda yaman), menginginkan adanya revolusi damai untuk perubahan pemerintah yaman ke arah masa depan yang lebih cerah, karena sudah hampir 32 tahun presiden yaman Ali Abdullah Sholeh memegang tampuk pemerintahan akan tetapi para pemuda/pelajar, LSM,akitvis dan lapisan masyarakat lainnya memandang masih belum ada perubahan dan kemajuan yang signifikan baik dari sisi politik, ekonomi, sosial dan budaya.

para pemuda melakukan demonstrasi yang dititik beratkan di dairy street tepatnya di depan kampus sana'a university, mereka hampir empat bulan melakukan demo dengan mengusung istilah revolusi damai, berbagai perundingan dilakukan akan tetapi pemuda belum berhasil, dalam aksi tersebut para pendemo sering kali di tembakin ataupun diserang oleh balatijah/bandit, tentara utusan pemerintah khususnya tiap hari jum'at, maka kobilah hasyid memandang hal tersebut merupakan suatu kedzoliman yang nyata maka kobilah tersebut melakukan perlawanan terhadap pemerintah dengan persenjataan yang lengkap dan kini boleh dikatakan sudah terjadinya perang kota yang sangat berbahaya.





akibat perang tersebut beberapa aset atau fasilitas yang sangat fital juga hancur seperti maktab/kantor yemenia airs, felix/saidah airs, stasiun televisi suhail karena di bom oleh kedua kubu tersebut, saat ini kobilah hasyid yang bergabung dengan al ahmar, ali muhsin dan beberapa kelompok kontra yang lainnya mereka telah menduduki/menguasai kementrian dalam negeri, bandara, dll.

melihat kondisi yang memprihatinkan tersebut Kedutaan besar RI di sana'a telah membentuk satgas (satuan tugas) yang di komandani langsung oleh wakil duta besar RI di sana'a Yaman Bpk. Agus Syarif Budiman, yang di bantu oleh para staff KBRI dan persatuan pelajar Indonesia (PPI) di Sana'a Yaman.

KBRI telah mengevakuasi para pelajar/WNI sebanyak 5 (lima gelombang), dan saat ini para pelajar tersebut sebagian masih berada di tempat perlindungan KBRI Sana'a sebanyak 67 orang, dan ketua satgas telah menghimbau kepada seluruh WNI di yaman khususnya yang berdomisili di sana'a sebelum tanggal 21 juni 2011 untuk segera meninggalkan kota sana'a secepat mungkin, dan KBRI dalam minggu ini akan mengevakuasi seluruh WNI khususnya yang berada di ibu kota negara ke Indonesia.

sana'a, 5 Juni 2011
Persatuan Pelajar Indonesia,Departemen Informasi dan Komunikasi

BAKRONI LATAR dan ARWANI (SABA'A DAN YEMENIA UNIVERSITY)



Baca Selengkapnya...

Info Perkuliahan di Turki

SEPINTAS GAMBARAN PERKULIAHAN DI TURKI

“Begadang itu udah jadi keharusan buat mahasiswa!”, kalimat yang seharusnya ga mengherankan lagi bagi kawan – kawan mahasiswa pada umumnya. Tapi, sejujurnya kalimat sederhana dari temanku itu cukup membuat saya agak kaget. Karena selama satu tahun saya menjalani studi disini, saya masih bisa tidur dengan santai sebelum jam 10 malam dan menghabiskan (baca: membuang) waktu dengan mendownload dan menonton serial TV. Kalaupun saya “terpaksa” begadang, itupun karena aku penasaran dengan kelanjutan dari episode serial tv tersebut. :p

Kenapa saya bisa memiliki waktu luang sedemikian banyak, sedangkan teman – teman di tanah air kelimpungan mencari waktu untuk sekedar “bernapas”? Mungkin jawabannya terletak di sistem pendidikan yang cukup berbeda antara Turki dan Indonesia.

(perbandingan yang aku tuliskan, berdasarkan pengalaman menjalani studi di jurusan Teknik Kimia, Middle East Technical University dan curhatan – curhatan kawan mahasiswa/i di ITB dan UI)

Dosen adalah aspek penunjang utama suksesnya perkuliahan. Pada dasarnya, sistem pengajaran di kelas yang dilakukan oleh dosen – dosen di universitas di Turki, tidak jauh berbeda dengan dosen – dosen Indonesia. Dengan gaya pengajaran yang “ga peduli mahasiswa mau ngerti atau nggak”, mereka memberikan segala materi yang dibutuhkan untuk ujian. Tapi bukan berarti ga ada dosen yang asik ya! Seperti di belahan dunia manapun, dosen tetap aja ada yang ngebosenin, ada yang bikin kita pengen gantung diri, tapi ada pula yang bikin semangat, kembali ke pribadi dosennya masing – masing. Dari segi kualitas, meski kebanyakan dosen “hanya” mengambil gelar master dan doktornya di Turki, namun kualitas mereka tidak perlu dipertanyakan. Yaaaa, ga kalah lah dengan dosen ITB yang lulusan Hawaii itu J

Gimana dengan kelas – kelasnya? Kapasitas kelas cukup beragam, mulai dari hanya 20 mahasiswa/i sampai kurang lebih 400 mahasiswa/i dalam satu kelas. Fasilitas di dalam kelas pun beragam, ada yang hanya dilengkapi dengan papan tulis kapur, OHP, projector (modern), hingga kelas yang dilengkapi dengan sound system dan projector yang memadai untuk “menyulap” kelas itu menjadi bioskop setiap malam. Laboratorium – laboratorium yang ada di universitas saya pun sangat memadai. Departemen saya (teknik kimia) memiliki dua gedung yang didedikasikan untuk laboratorium departemen (bukan untuk kimia dasar, fisika dasar, atau apapun yang dasar – dasar). Ditambah lagi perpustakaan kampus saya yang sangat modern, untuk saat ini, bisa membuat mahasiswa/i Indonesia malu menjelaskan bagaimana keadaan perpustakaan di kampusnya.

Untuk fasilitas ajar, memang saya akui universitas – universitas Indonesia tertinggal cukup jauh. Saya pernah menghabiskan waktu melakukan berbagai eksperimen di Laboratorium Kimia MIPA di ITB dan UI dan tak terhitung berapa kali saya bolak – balik perpustakaan ITB dan UI, karena itu saya bisa memberikan perbandingan yang cukup objektif.

Ingat paragraf pembuka saya yang menyatakan betapa santainya saya di Turki? Karena memang hampir tidak ada PR menghinggapi kehidupan mahasiswa/i Turki. Mungkin hanya laporan laboratorium atau 10 soal singkat fisika per-minggunya atau yang separah – parahnya ya pelajaran Bahasa Inggris yang harus banyak melakukan “research” atau 5 lembar A4 di pelajaran departmental. Bahkan, ada kawan saya yang kuliah di Istanbul dan tidak pernah menerima PR apapun, selain laporan laboratorium! Bandingkan dengan anak UI dan ITB yang hari – harinya dihantui dengan presentasi – presentasi yang seabreg, tugas akhir tahun, seperti membuat “pelontar bermagnet” di FTI ITB, atau mengkonsepkan, membuat layout dan meng-coding sendiri game komputer bagi anak FASILKOM UI dan jangan lupa segudang karya tulis dan makalah yang menghantui hari – hari indah mahasiswa. Sahabat saya pun bergurau, bahwa fakultasnya, FKM (Fakultas Kesehatan Masyarakat di UI) sebenarnya adalah singkatan dari “Fakultas Kebanyakan Makalah”.

Tentu saja, ada positif dan negatif dari masing – masing sistem menyangkut tugas tersebut. Saya sendiri, yang notabene pemalas, lebih mencintai sistem Turki yang tidak memberikan banyak tugas kepada mahasiswa/i. Namun, saya tidak mampu meninjau dari sudut pandang akademis tanpa memasukkan pendapat subjektif saya, jadi, silakan nilai sendiri =)

Pada semester 3 / 4 biasanya mahasiswa/i Indonesia dibingungkan dengan pilihan lagi. Mereka harus memilih sub-jurusan / peminatan dari jurusan mereka masing – masing. Namun tidak demikian halnya di Turki (setidaknya di Fakultas Teknik di universitas saya). Jurusan yang disediakan di Turki sudah sangat beragam dan cukup spesifik, mungkin karena itu mereka tidak memberi pilihan peminatan lagi. Namun, tersedia cukup ruang untuk memilih mata kuliah, karena mulai dari semester 3, akan ada mata kuliah – mata kuliah pilihan, baik yang pilihannya terbatas maupun tidak.

Satu lagi perbedaan paling penting antara universitas di Indonesia dan Turki adalah skripsi. Tidak ada skripsi di Turki. Tidak ada skripsi, tidak berarti kerja lapangan juga tidak ada. Tetap ada kerja lapangan yang dilakukan di waktu musim panas bagi mahasiswa/i di Turki. Untuk Fakultas Teknik, kerja lapangan ini dilakukan dua kali, yaitu pada akhir tahun kedua dan akhir tahun ketiga. Untuk Fakultas MIPA, kerja lapangan hanya dilakukan satu kali (saya kurang tahu untuk jurusan Matematika). Untuk Fakultas Pendidikan, juga ada praktek mengajar (namun untuk detailnya saya kurang tahu). Sedangkan untuk program studi sosial, sejauh yang saya tahu, di universitas saya, tidak ada kerja lapangan. Di akhir kerja lapangan mahasiswa/i diharuskan membuat laporan yang kemudian di evaluasi oleh dosen yang bersangkutan. Kerja lapangan ini merupakan syarat kelulusan. Selain kerja lapangan, syarat kelulusan yang lain adalah mengambil pelajaran Bahasa Turki dan Sejarah Turki. Di universitas saya, dua pelajaran ini adalah pelajaran non-SKS, namun di beberapa universitas lain, dua pelajaran itu termasuk dalam penghitungan IPK.

Demikian garis besar perbedaan sistem yang cukup mencolok menurut saya antara universitas di Turki dan Indonesia.

by Brando
SUMBER http://ppiturki.blogspot.com/

Baca Selengkapnya...

DATA MAHASISWA INDONESIA ASAL BANTEN DI YAMAN

DATA MAHASISWA INDONESIA ASAL BANTEN DI YAMAN

Data mahasiswa Banten di Yaman download disini


mahligai cinta dibalik Hari ulang tahun Republik Indonesia download disini



kartu mahasiswa bagian depan punya rony di saba' university download disini


kartu mahasiswa bagian belakang punya rony di saba' university download disini


piagam penghargaan rony pada acara seminar di yaman "menghilangkan stigma radikalisme dikalangan mahasiswa Indonesia di Yaman download disini


kartu mahasiswa punya rony di the National University download disini

thax sumber Sekjen DPW.S PPI (Persatuan Pelajar Indonesia di Yaman) BAKRONI LATAR

Baca Selengkapnya...

INFO BEASISWA DI YAMAN TAHUN 2010

Hadramaut adalah salah satu provinsi yang ada di bagian selatan Republik Yaman, sebuah provinsi yang kaya akan peradaban Islam dan semarak dengan ilmu pengetahuan. Sejak silam orang-orang telah datang dari berbagai penjuru negeri untuk menuntut ilmu di tempat ini, hingga bermunculanlah ulama-ulama besar yang menyebarkan Islam ke berbagai negara termasuk Negara Indonesia tercinta. Hingga kini ribuan manuskrip hasil karya putra ulama-ulama terdahulu masih terpelihara di perpustakaan-perpustakaan setempat, hubungan (komunikasi) antara Indonesia-Yaman pernah terputus beberapa tahun silam, ketika negara tersebut dikuasai dan dijajah oleh komunis.

Alhamdulillah semua itu telah berlalu, hingga kemudahan komunikasi kembali terwujud dibarengi dengan munculnya kembali lembaga-lembaga Islam, wadah penggemblengan generasi penerus da’wah Rasulullah SAW. Indonesia adalah salah satu negara yang banyak putra-putri bangsanya ke Yaman untuk menimba ilmu di tempat penyebar Islam berasal.

UNIVERSITAS AL-AHGAFF

Al-Ahgaff adalah salah satu universitas yang berada di provinsi hadramaut, universitas ini resmi didirikan pada tahun 1994 melalui SK Menteri Pendidikan No. 5 tanggal 8 Februari Tahun 1994, oleh para ulama terkemuka yang dipelopori Al Allamah l Habib Abdullah bin Mahfudz Al Haddad Mufti Provinsi Hadramaut. Pada tahun 1995 Universitas Al-Ahgaff resmi menjadi anggota persatuan universitas negaranegara Arab dan resmi menjadi anggota Asosiasi Universitas-Universitas Islam.

FAKULTAS

Universitas Al-Ahgaff mempunyai 4 Fakultas sebagai berikut:
1. Fakultas Syari’ah Wal Qonun (putra/5tahun)
2. Fakultas Ekonomi (putra/ 4 tahun) jurusan:
a). Akuntansi
b). Manajemen bisnis
3. Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (putra/ 4 tahun) jurusan:
a). Komputer Informatika
b). Teknik Komputer
4. Fakultas Tarbiyah (putra/ 4 tahun) jurusan:
a). Dirosah Islamiyah
b). Bahasa Arab

Pelajar Indonesia diberikan besasiswa khusus untuk belajar di:
1. Fakultas Syari’ah wal Qonun (putra)
2. Fakultas Tarbiyah (putri)

FAKULTAS SYARI’AH WAL QONUN (PUTRA)

Ditempatkan di kota “Tarim” yang sejak dulu dikenal sebagai kota Ilmu dan Ulama’. Universitas Al-Ahgaff dengan Fakultas Syariahnya telah mencoba untuk memelihara dan menggabungkan antara manhaj Salaf dan Kholaf.

FAKULTAS TARBIYAH (PUTRI)

Bertempat di kota Mukalla. Para mahasiswi, dibekali dengan berbagai ilmu keislaman yang sesuai dengan kebutuhan zaman, sehingga menjadi wanita sholihah yang berilmu tinggi dan berwawasan luas. Di Universitas Al-Ahgaff juga telah dibuka program (S2) dan (S3) Fakultas Syariah, Ilmu Bahasa Arab dan Tarbiyah.

SYARAT-SYARAT PENDAFTARAN
1. Mengisi formulir pendaftaran
2. Menyerahkan photo copy ijazah SMU/MA/Sederajat, sebanyak 2 lembar dengan nilai rata-rata minimal 7,0.
3. Ijazah tidak lebih dari empat tahun.
4. Menyerahkan pas foto berwarna ukuran 4 x 6 sebanyak empat lembar. (Background putih)
5. Membawa surat pengantar dari pondok pesantren/sekolah.
6. Bagi yang ijazahnya belum keluar, maka dapat dengan menyerahkan photo copy raport yang dilegalisir dari sekolah SMU/MA/Sederajat.

WAKTU DAN TEMPAT PENDAFTARAN
1. Waktu Pendaftaran di mulai pada tanggal 1 Mei s/d 04 Juni 2010.
2. Pendaftaran bisa via sms atau datang langsung ke tempat pendaftaran (Tempat pelaksanaan Tes)

PELAKSANAAN UJIAN
A. MATERI UJIAN
1. Ujian Tahriri: – Bahasa Arab (Nahwu, Shorof dan Ta’bir) – Fiqh (Setingkat Fathul Qorib)
2. Ujian Syafahi: – Muhadatsah – Qiro’atul Kutub (membaca kitab setingkat Fatul Qorib)

B. WAKTU dan TEMPAT UJIAN

1. PP. AL KHAIRAT (Palu Sulawesi Tengah)
Pelaksanaan Tes : tanggal 23 Mei 2010

Contact Person :
Habib Alwi Al Jufri :081 347 715 656
Ust. Abdul Harist :081341114779)

2. PP. AL FALAH (Banjar Baru Kalimantan Selatan)
Pelaksanaan Tes : 2 Juni 2010

Contact Person :
Ust. Hamdani : 081348720313
Ust. Arif,S.Pd.I : 085251229828

3. PP. DARULLUGHAH WADDA’WAH (Bangil Jawa Timur)
Pelaksanaan Tes :
Putra = 05 Juni 2010
Putri = 06 Juni 2010

Contact person :
Ust. Ust. Hasan Basri: 0813577961636
Ust. Makki Lazuardi : 085815102755
Ust. Edi Mahmud : 081351571178

4. PP. KAUMAN ( Lasem Rembang Jawa Tengah)
Pelaksanaan Tes :
Putra = 8 Juni 2010
Putri = 9 Juni 2010

Contact Person :
Ust. Munawwir : 081575564395

5. PP. ARRIYAD Palembang Sumatera Selatan
Pelaksanaan Tes : 16 Juni 2010

Contact Person :
Habib Hamid Al Habsyi :08153844972
Ust. Mustamiruddin : 081373957681

6. PP. AL KAUTSAR AL AKBAR (Medan Sumatera Utara)
Pelaksanaan Tes :
19 Juni 2010

Contact Person :
Ust. Muhyiddin =08126532221

7. PP. AL AHGAFF (Cipayung Bogor Jawa Barat)
Pelaksanaan Tes :
24 Juni 2010

Contact Person :
Ust.Abdullah Shoim = 085224377470
Ust. sunardi =081355377412

PUSAT INFO :
– HABIB HASAN AL JUFRI = 08122212000
– USTADZ AHMAD FAUZI HAMZAH = 081252443707

LAIN – LAIN
Bagi mereka yang dinyatakan lulus tes dan memenuhi syaratakan mendapatkan beasiswa penuh berupa: beaya pendidikan, asrama dan makan. Untuk biaya keberangkatan dan jaminan tiket kepulangan, pengurusan visa dan lainlain ditanggung calon mahasiswa yaitu sebesar $ 1.500 USD (seribu lima ratus dolar amerika) Informasi lebih lanjut hubungi:
1. Sekretariat: Yayasan Al-Ahgaff
Jl. Jagasatru No. 56/193 Cirebon 45115,
email: ahgaff_indonesia@yahoo.com,
Fax : (0231) 203157,
HP: 08122212000, 081546522000 (Hb. Hasan Al Jufri)

2. Ust. Zainal Muttaqin: 081946950900

3. Ust. Akhmad Fauzi Hamzah: 081252443707

4. Ust. Makki Lazuardi: 085815102755

THX. SEKJEN DPW.S PPI (DEWAN PENGURUS PERSATUAN PELAJAR INDONESIA)YAMAN
BAKRONI LATAR HP. +967714254554 OR +6281280485019
Baca Selengkapnya...

Proposal Permohonan Bantuan Dana Pendidikan

PROPOSAL PERMOHONAN BANTUAN DANA PENDIDIKAN DI LUAR NEGERI/ TIMUR TENGAH (YAMAN)

Nomor : ISTIMEWA
Lampiran : 1 ( Satu ) Berkas Proposal
Perihal : Permohonan Bantuan Dana Pendidikan/Beasiswa

Kepada Yth,
Bapak/Ibu Dermawan/Dermawati
Di
Indonesia


Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Segala Puji dan Syukur marilah kita panjatkan kepada Allah SWT, Shalawat dan Salam semoga senantiasa tetap tercurahkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW, kepada keluarga, Sahabat, dan kepada kita sekalian selaku ummatnya amin.

Selanjutnya melaui perantara surat ini, saya Pelajar Banten-Indonesia memberanikan diri mengajukan permohonan Bantuan Dana/Beasiswa Pendidikan guna kelangsungan study di THE NATIONAL UNIVERSITY , SANA’A REPUBLIK YAMAN, FAKULTAS SASTRA JURUSAN KAJIAN ISLAM .PROPOSAL SELENGKAPNYA TOLONG AMBIL DISINI

Sebagai bahan konsidensi, maka berikut ini saya laporkan deskripsi Condition Personality :

a.Biodata Pribadi
b.Pendahuluan/Latar Belakang
c.Dasar Pijakan dan
d.Refleksi Pendidikan

Dan sebagai bahan pertimbangan, maka kami lampirkan :
1.Surat Permohonan
2.Surat Keterangan dari DPW.S PPI (Persatuan Pelajar Indonesia), Yaman
3.Surat Keterangan dari KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia), Yaman.
4.Anggaran Biaya Pendidikan
5.Lampiran-Lampiran

Demikian Permohonan Beasiswa ini dibuat, atas bantuan dan realisasinya saya ucapkan terima kasih.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
Yaman, 04 Januari 2010
Pemohon

Ttd

BAKRONI LATAR
Baca Selengkapnya...

Kami Bukanlah Teroris Tuan

Beberapa waktu yang lalu, mahasiswa Indonesia di timur tengah khususnya di Yaman terkejut mendengar berita bahwa ada seseorang lulusan yaman timur tengah termasuk dalam daftar pencarian polisi terkait dengan kasus terorisme. Berita ini kami dapatkan disitus detik. Com dan kalau sobat mau lebih jelas tentang beritanya silakan klik disni Sebenarnya kami atau sayalah lebih tepatnya keberatan dan kecewa dengan pemberitaan itu,

karna saya pikir pemberitaan itu terlalu dan bisa membuat asumsi masyarakat terhadap alumni Yemen menjadi tidak baik, padahal itu sebenarnya hanya kasus perorangan atau personal bukan kasus alumni sini atau sana dan yang membuat kita lebih kecewa lagi berita itu tidak berdasarkan berita yang falid.

hanya mengambil dari pengakuan beberapa orang yang sebenarnya tidak bisa dijadikan sebagai bahan untuk memvonis seseorang..apa lagi sampe bawa-bawa nama lulusan.. Mungkin hanya sebatas info>>> saya akan memberi tahu alamat-alamat situs universitas..yang biasanya anak Indonesia kuliyah di tempat itu.. Univ. Yemenia,Wathoniyah, Saba, Yemen,

Saince and Technologi, Sana'a, dan Mustaqbal, semua universitas ini ada di ibu kota Yaman yaitu Sana Nah silahkan klik satu satu semua universitas diatas dan periksa semua kurikulum dan mata kuliyahnya ada gak yang membahas tentang terorisme, atau cara ngebom,atau apalah yang masih ada kaitanya dengan terorisme,duch kayaknya gak banget dech!!! Ya kalau menurut saya sich pelajaran disini nggak beda-beda amat dengan pelajaran di universitas-universitas Indonesia..

Cuma ada sedikit yang membuat kita ada nilai plusnya yach paling bahasa doank…dan itu pun teruntuk bagi orang orang yang rajin belajar, rajin ngaji, rajin ngafal, rajin berinterksi dengan orang arab..

pokoknya rajin semuanya lah.. klu yang ggak rajin ya sama aja.. Sebenarnya eggak ada maksud dan motivasi apapun, hanya sekedar ingin membersihkan nama baik yang sudah sedikit ternodai..khususnya nama baik alumni Yaman.. Karna bagaimanapun juga tetap akan ada imbas dari semua ini kepada kita kedepanya..padahal kita kan anak baek..rajin minum susu, sikat gigi, nggak nakal kok pak Presiden, mbah detik juga tu, tolong beritanya jangan terlalu,,

seolah olah alumni Yaman parah banget.. Kita nggak gitu kok… Kita cinta kedamaian..cinta Indonesia..cinta tanah air.. Hidup Indonesia.. Sahabat blogger bantuin kita dengan motivasinya, beri semangat buat kita supaya rajin belajar..dan ketika kembali ketanah air nanti bisa membuat dan merubah Indonesia menjadi lebih baik lagi.. Hidup Indonesia!!!

Baca Selengkapnya...

Radikalkah Mahasiswa Yaman



Seminar pada Hari Sabtu, 24 Oktober 2009, di Kantor KBRI Sana’a Yaman

Polemik serta lontaran panas mengenai mahasiswa Indonesia di Yaman, yang dikenal sebagai mahasiswa Indonesia yang radikal, sungguh memilukan, dan membabat habis citra mahasiswa dan seluruh unsur kenegaraan Indonesia yang berada di Yaman, hal itu terjadi karena disebabkan oleh ulah tangan-tangan manusia yang tidak bertanggung jawab, dan ulah manusia yang hanya sebatas mengikuti hawa nafsu dan kepentingan pribadi/golongannya semata.

Bukan hanya sebatas kekhawatiran akan hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap mahasiswa Indonesia di Yaman, akan tetapi hal ini juga nantinya akan sangat mengganggu stabilitas keamanan, pendidikan, ketenangan, kenyamanan, ketentraman dan daya konsentrasi belajar mahasiswa, dan jika hal ini dibiarkan terus menerus pada akhirnya nanti juga akan berakibat pada rusaknya kedaulatan, persatuan dan kesatuan Negara Republik Indonesia yang kita cintai.

Namun demikian mahasiswa indonesia di Yaman tetap memiliki sebuah power untuk menyikapi dan mencari solusi atas hujatan, lontaran dan stigma negative yang tidak sedap di dengar, atas dasar problematika diatas Dewan Pengurus Wilayah Sana’a Persatuan Pelajar Indonesia (DPW-S PPI Yaman), memandang perlu merumuskan sebuah jalan konkrit, tepat dan akurat untuk mematahkan stigma-stigma yang sedang berkembang itu.

Beberapa langkah yang ditempuh mahasiswa Indonesia di yaman, yang dikemas oleh suatu wadah organisasi pelajar (DPW-S PPI Yaman), yaitu dengan cara memberikan motivasi untuk meningkatan prestasi belajar, meningkatkan nilai-nilai dasar akhlaqul karimah, dan dengan cara publikasi pernyataan sikap melalui beberapa media masa, juga lewat jalan yang baru saja kita tempuh yaitu seminar, dengan mengusung tema “MENGHILANGKAN STIGMA RADIKALISME DIKALANGAN MAHASISWA INDONESIA DI YAMAN” atas kerjasama seluruh mahasiswa Indonesia di Yaman dibawah naungan DPW-S PPI Yaman dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Yaman.

Seminar kali ini cukup berbeda dengan seminar-seminar sebelumnya, seminar yang di buka langsung oleh bapak Duta Besar Republik Indonesia Di Yaman Drs. Nurul Auliya, dikemas sebagai bentuk kepedulian kita terhadap keutuhan ukhuwah Islamiyyah serta kemajuan dan stabilitas bangsa indonesia ini dibagi kedalam dua kategori. Kategori pertama yaitu penyampaian tentang bagaimana ulama memandang radikalisme dalam beragama, yang langsung disampaikan oleh ulama’ besar Yaman Syekh Abul Hasan Al-Ma’ribie, dengan harapan agar bisa menjadi modal dasar kita untuk menyikapi radikalisme dalam beragama yang ada di Indonesia yang akan di bahas pada kategori acara seminar yang kedua yaitu penyampaian sikap mahasiswa Indonesia dari tiap - tiap lembaga dan universitas yang ada diYaman yang di wakili langsung oleh Ust. Uwaisul Qurni (Al Eman University), Ust. Imam Mahmudi (Hudaidah University) Ust.Abu Kholil ( Ma’reb University) dan Ust. Abdul Wahid (Andalus University), serta tanya jawab dengan moderator Bakroni Latar, notulen Ust. Mulyadi Ramelan, ketua OC. Marchumi Rumambay dan di komandoi oleh ketua DPW-S PPI Yaman saudara Muhlisin Mualim .

Seminar tersebut dihadiri lebih dari 150 orang dari berbagai macam lapisan masyarakat Indonesia yang ada di Yaman, mulai dari pejabat KBRI, Mahasiswa, Ibu-ibu Dharma wanita, dan beberapa undangan dari kalangan mahasiswa asli Yaman, serta beberapa tamu undangan lainnya.

Acara seminar berjalan dengan lancar, tertib dan aman, dimulai dari pukul 08.30 pagi hari sampai pukul 16.14 sore waktu setempat, banyak faidah yang didapatkan oleh mahasiswa Indonesia di Yaman, selain suasana haru dan keakraban yang sangat kentara antara aparatur negara dengan Mahasiswa dan orang-orang Yaman yang hadir, meski selama ini kita jarang bertatap muka mengingat tempat yang berjauhan antar Universitas, melalui seminar ini kita juga bisa saling share dan berbagi pandangan tentang apa itu radikalisme dan bagaimana kita menghasilkan sebuah solusi konkrit untuk berlepas diri dari fenomena aktifitas label radikal yang selama ini menjadi polemik yang sangat signifikan di kalangan mahasiswa Indonesia di Yaman.

Karena fenomena seperti itu menjadi sebuah pertanyaan besar, apakah mahasiswa Indonesia di Yaman itu seluruhnya radikal, hanya gara-gara ulah satu orang alumni mahasiswa Indonesia yang pernah kuliah di yaman, disinyalir terkait dengan kasus pengeboman di hotel Marriot Jakarta, lantas masyarakat Indonesia mengecam bahwa Mahasiswa Indonesia di Yaman itu radikal. Kecaman seperti itu tentu tidaklah bijak, karena satu orang yang melakukan suatu kesalahan tidaklah bisa dijadikan sebagai justifikasi bahwa mahasiswa Indonesia yang belajar di Yaman semuanya radikal.

Seminar yang di gagas oleh Dewan Pengurus Wilayah Sana’a Persatuan pelajar Indonesia (DPW-S PPI Yaman) ini diharapkan dapat membawa angin segar bagi semua Pelajar dan mahasiswa Indonesia di Yaman , atas adanya distorsi informasi di tengah masyarakat yang berlarut panas itu, karena seminar tersebut secara langsung menunjukan cermin radikal atau tidaknya mahasiswa Indonesia di Yaman.

Dari seminar yang digelar oleh DPW.S PPI Yaman dihasilkan beberapa konklusi atau pernyataan sikap sebagai berikut :

1. Mahasiswa Indonesia di Yaman mengecam keras apapun bentuk tindakan yang mengarah kepada radikalisme, karena radikalisme sangat bertolak belakang dengan ajaran Islam.
2. Islam mengajarkan kedamaian, Islam merupakan potret keselamatan, ketentraman, kesejahteraan dan kedamaian, sistem penyebarannyapun penuh dengan kedamaian, dan kearifan, seperti apa yang telah di contohkan oleh Rosulullah SAW .
3. Islam tidak meyakini dan membenarkan agama lain akan tetapi islam menghargai dan mengakui keberadaannya, serta menghormati dan toleransi terhadap pemeluknya.
4. Islam adalah Islam, tidak ada label radikal, teroris, pluralis, dan lain sebagainya, label seperti itu hanya sebatas stratak orang Yahudi dan Nasrani yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan ummat Islam.
5. Pemakalah, nara sumber, peserta seminar dan semua yang hadir sepakat bahwa mahasiswa Indonesia di Yaman bukanlah tipe Mahasiswa yang radikal,
6. Latar belakang adanya gejala radikalisme disebabkan karena kurang fahamnya terhadap arti penting ilmu syariat, sehingga diperlukan pengkajian yang lebih mendalam dari sumbernya tentang ilmu tersebut.
7. Kewajiban para alim ulama, tholabul Ilmi, Mahasiswa, aparatur pemerintah, dewan guru, dan seluruh warga negara Indonesia untuk dapat mentarbiyah/mendidik, atau memberikan suatu pemahaman yang baik dan benar tentang syariat Islam.
8. Rujukan yang benar dalam menyikapi polemik seperti itu adalah dengan melihat manhaj pembelajaran pada masing-masing Universitas tempat kita belajar, dan didapatkan bahwa tiap tiap Universitas tidak terlepas dari Al-Qur’an dan Assunnah, selebihnya jika tindakan alumni Mahasiswa tersebut melenceng dari apa yang telah diajarkan, itu diluar tanggung jawab Universitas dan tidak ada sangkut pautnya dengan Unversitas dimana ia belajar.
9. Himbawan keras terhadap seluruh Warga negara Indonesia di tanah air tercinta agar tidak cemas, waswas,bahkan fhobia dan sejenisnya dengan kehadiran alumni Mahasiswa Indonesia dari Yaman, karena Mahasiswa Yaman tidaklah ekstrim atau radikal sebagaimana stigma yang sedang berkembang saat ini, karena itu hanyalah tindakan sebagian oknum yang tidak bertanggung jawab.

Dan diharapkan semoga seminar ini akan menjadi ajang yang dapat membangun motivasi dan semangat juang positif untuk persatuan Ummat serta kemajuan negara dan akan menjadi wacana yang dapat membuka mata kita lebih luas dalam mengenal semua masalah ummat dan negara dan mengetahui bagaimana cara kita bisa ikut berkontribusi.
Wassalam.
Baca Selengkapnya...

Benarkah Mahasiswa Indonesia di yaman Radikal

Menhilangkan Stigma Radikalisme Dikalangan Mahasiswa Indonesia Di Yaman
Sabtu,24 Oktober 2009

“Apakah Mahasiswa Indonesia di yaman Radikal ???” Pada Hari Sabtu, 24 Oktober 2009, di Kantor KBRI Sana’a Yaman Polemik serta lontaran panas mengenai mahasiswa Indonesia di Yaman, yang dikenal sebagai mahasiswa Indonesia yang radikal, sungguh memilukan, dan membabat habis citra mahasiswa dan seluruh unsur kenegaraan Indonesia yang berada di Yaman, hal itu terjadi karena disebabkan oleh ulah tangan-tangan manusia yang tidak bertanggung jawab, dan ulah manusia yang hanya sebatas mengikuti hawa nafsu dan kepentingan pribadi/golongannya semata.

Bukan hanya sebatas kekhawatiran akan hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap mahasiswa Indonesia di Yaman, akan tetapi hal ini juga nantinya akan sangat mengganggu stabilitas keamanan, pendidikan, ketenangan, kenyamanan, ketentraman dan daya konsentrasi belajar mahasiswa, dan jika hal ini dibiarkan terus menerus pada akhirnya nanti juga akan berakibat pada rusaknya kedaulatan, persatuan dan kesatuan Negara Republik Indonesia yang kita cintai.

Namun demikian mahasiswa indonesia di Yaman tetap memiliki sebuah power untuk menyikapi dan mencari solusi atas hujatan, lontaran dan stigma negative yang tidak sedap di dengar, atas dasar problematika diatas Dewan Pengurus Wilayah Sana’a Persatuan Pelajar Indonesia (DPW-S PPI Yaman), memandang perlu merumuskan sebuah jalan konkrit, tepat dan akurat untuk mematahkan stigma-stigma yang sedang berkembang itu. Beberapa langkah yang ditempuh mahasiswa Indonesia di yaman, yang dikemas oleh suatu wadah organisasi pelajar (DPW-S PPI Yaman), yaitu dengan cara memberikan motivasi untuk meningkatan prestasi belajar, meningkatkan nilai-nilai dasar akhlaqul karimah, dan dengan cara publikasi pernyataan sikap melalui beberapa media masa, juga lewat jalan yang baru saja kita tempuh yaitu seminar, dengan mengusung tema “MENGHILANGKAN STIGMA RADIKALISME DIKALANGAN MAHASISWA INDONESIA DI YAMAN” atas kerjasama seluruh mahasiswa Indonesia di Yaman dibawah naungan DPW-S PPI Yaman dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Yaman.

Seminar kali ini cukup berbeda dengan seminar-seminar sebelumnya, seminar yang di buka langsung oleh bapak Duta Besar Republik Indonesia Di Yaman Drs. Nurul Auliya, dikemas sebagai bentuk kepedulian kita terhadap keutuhan ukhuwah Islamiyyah serta kemajuan dan stabilitas bangsa indonesia ini dibagi kedalam dua kategori. Kategori pertama yaitu penyampaian tentang bagaimana ulama memandang radikalisme dalam beragama, yang langsung disampaikan oleh ulama’ besar Yaman Syekh Abul Hasan Al-Ma’ribie, dengan harapan agar bisa menjadi modal dasar kita untuk menyikapi radikalisme dalam beragama yang ada di Indonesia yang akan di bahas pada kategori acara seminar yang kedua yaitu penyampaian sikap mahasiswa Indonesia dari tiap - tiap lembaga dan universitas yang ada diYaman yang di wakili langsung oleh Ust. Uwaisul Qurni (Al Eman University), Ust. Imam Mahmudi (Hudaidah University) Ust.Abu Kholil ( Ma’reb University) dan Ust. Abdul Wahid (Andalus University), serta tanya jawab dengan moderator Bakroni Latar, notulen Ust. Mulyadi Ramelan, ketua OC. Marchumi Rumambay dan di komandoi oleh ketua DPW-S PPI Yaman saudara Muhlisin Mualim Seminar tersebut dihadiri lebih dari 150 orang dari berbagai macam lapisan masyarakat Indonesia yang ada di Yaman, mulai dari pejabat KBRI, Mahasiswa, Ibu-ibu Dharma wanita, dan beberapa undangan dari kalangan mahasiswa asli Yaman, serta beberapa tamu undangan lainnya.

Acara seminar berjalan dengan lancar, tertib dan aman, dimulai dari pukul 08.30 pagi hari sampai pukul 16.14 sore waktu setempat, banyak faidah yang didapatkan oleh mahasiswa Indonesia di Yaman, selain suasana haru dan keakraban yang sangat kentara antara aparatur negara dengan Mahasiswa dan orang-orang Yaman yang hadir, meski selama ini kita jarang bertatap muka mengingat tempat yang berjauhan antar Universitas, melalui seminar ini kita juga bisa saling share dan berbagi pandangan tentang apa itu radikalisme dan bagaimana kita menghasilkan sebuah solusi konkrit untuk berlepas diri dari fenomena aktifitas label radikal yang selama ini menjadi polemik yang sangat signifikan di kalangan mahasiswa Indonesia di Yaman.

Karena fenomena seperti itu menjadi sebuah pertanyaan besar, apakah mahasiswa Indonesia di Yaman itu seluruhnya radikal, hanya gara-gara ulah satu orang alumni mahasiswa Indonesia yang pernah kuliah di yaman, disinyalir terkait dengan kasus pengeboman di hotel Marriot Jakarta, lantas masyarakat Indonesia mengecam bahwa Mahasiswa Indonesia di Yaman itu radikal.

Kecaman seperti itu tentu tidaklah bijak, karena satu orang yang melakukan suatu kesalahan tidaklah bisa dijadikan sebagai justifikasi bahwa mahasiswa Indonesia yang belajar di Yaman semuanya radikal. Seminar yang di gagas oleh Dewan Pengurus Wilayah Sana’a Persatuan pelajar Indonesia (DPW-S PPI Yaman) ini diharapkan dapat membawa angin segar bagi semua Pelajar dan mahasiswa Indonesia di Yaman , atas adanya distorsi informasi di tengah masyarakat yang berlarut panas itu, karena seminar tersebut secara langsung menunjukan cermin radikal atau tidaknya mahasiswa Indonesia di Yaman. Dari seminar yang digelar oleh DPW.S PPI Yaman dihasilkan beberapa konklusi atau pernyataan sikap sebagai berikut :

1. Mahasiswa Indonesia di Yaman mengecam keras apapun bentuk tindakan yang mengarah
kepada radikalisme, karena radikalisme sangat bertolak belakang dengan ajaran
Islam.
2. Islam mengajarkan kedamaian, Islam merupakan potret keselamatan, ketentraman,
kesejahteraan dan kedamaian, sistem penyebarannyapun penuh dengan kedamaian, dan
kearifan, seperti apa yang telah di contohkan oleh Rosulullah SAW .
3. Islam tidak
meyakini dan membenarkan agama lain akan tetapi islam menghargai dan mengakui
keberadaannya, serta menghormati dan toleransi terhadap pemeluknya.
4. Islam
adalah Islam, tidak ada label radikal, teroris, pluralis, dan lain sebagainya,
label seperti itu hanya sebatas stratak orang Yahudi dan Nasrani yang ingin
memecah belah persatuan dan kesatuan ummat Islam.
5. Pemakalah, nara sumber,
peserta seminar dan semua yang hadir sepakat bahwa mahasiswa Indonesia di Yaman
bukanlah tipe Mahasiswa yang radikal,
6. Latar belakang adanya gejala radikalisme
disebabkan karena kurang fahamnya terhadap arti penting ilmu syariat, sehingga
diperlukan pengkajian yang lebih mendalam dari sumbernya tentang ilmu tersebut.
7. Kewajiban para alim ulama, tholabul Ilmi, Mahasiswa, aparatur pemerintah, dewan
guru, dan seluruh warga negara Indonesia untuk dapat mentarbiyah/mendidik, atau
memberikan suatu pemahaman yang baik dan benar tentang syariat Islam.
8. Rujukan
yang benar dalam menyikapi polemik seperti itu adalah dengan melihat manhaj
pembelajaran pada masing-masing Universitas tempat kita belajar, dan didapatkan
bahwa tiap tiap Universitas tidak terlepas dari Al-Qur’an dan Assunnah, selebihnya
jika tindakan alumni Mahasiswa tersebut melenceng dari apa yang telah diajarkan,
itu diluar tanggung jawab Universitas dan tidak ada sangkut pautnya dengan
Unversitas dimana ia belajar.
9. Himbawan keras terhadap seluruh Warga negara
Indonesia di tanah air tercinta agar tidak cemas, waswas,bahkan fhobia dan
sejenisnya dengan kehadiran alumni Mahasiswa Indonesia dari Yaman, karena
Mahasiswa Yaman tidaklah ekstrim atau radikal sebagaimana stigma yang sedang
berkembang saat ini, karena itu hanyalah tindakan sebagian oknum yang tidak
bertanggung jawab. Dan diharapkan semoga seminar ini akan menjadi ajang yang dapat
membangun motivasi dan semangat juang positif untuk persatuan Ummat serta kemajuan
negara dan akan menjadi wacana yang dapat membuka mata kita lebih luas dalam
mengenal semua masalah ummat dan negara dan mengetahui bagaimana cara kita bisa
ikut berkontribusi.

Oleh Bakroni Latar (Sekretaris DPW-S PPI Yaman) &
Muhlisin Almualim (Ketua DPW-S PPI Yaman) Baca Selengkapnya...

PPI Belanda

PPI Belanda

Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Belanda meluncurkan edisi perdana majalah online Jong Indonesia, Agustus 2009. Penerbitan Jong |ndonesia ini diinspirasi oleh perjungan media yang dirintis oleh Indische Vereeniging atau Perhimpunan Hindia. Organisasi yang berdiri tahun 1908 ini mempunyai bulletin Hindia Poetera yang diubah menjadi Indonesia Merdeka tahun 1924, ketika Indische Vereeniging berubah menjadi Perhimpunan Indonesia.

“Sebagai organisasi yang punya kaitan historis dan semantis dengan Indische Vereeniging dan Perhimpunan Indonesia, Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Belanda ingin menghidupkan kembali semangat perjuangan lewat media,” ujar Yohanes Widodo, Sekjen PPI Belanda 2008-2009, yang akrab disapa Masboi. Ia melihat ada sekitar 1500 pelajar Indonesia di Belanda. “Mereka adalah anak bangsa yang cerdas dan militan. Kalau transformasi wacana dan pertukaran gagasan antarmereka terjadi, ini akan menjadi kekuatan yang sangat luar biasa,” tambahnya.

Jong Indonesia diharapkan menjadi media pembelajaran, transfer informasi dan pengetahuan; mem-pererat-memperluas persaudaran antarmahasiswa Indonesia di Belanda; dan memberikan masukan terhadap perubahan menuju Indonesia yang lebih baik.

Penerbitan versi online dipilih karena pertimbangan: lebih murah dan hemat kertas. Sebagian besar pelajar Indonesia di Belanda juga tidak ada kendala akses internet. Versi online bisa diakses lewat http://majalah.ppibelanda.org. Versi online juga memungkinkan untuk meng-update informasi-informasi penting dan aktual dalam bentuk berita (straight news). Versi PDF juga disediakan untuk diunduh dan dicetak (lewat http://www.scribd.com/doc/19345860/Jong-Indonesia-Edisi-01-Agustus2009).

Kisah Memberi Nama
Proses inisiasi majalah dimulai sejak Maret 2009. Namun, memilih dan menentukan nama media itu tidak selesai dalam semalam. Sebelumnya ada beberapa nama yang muncul: Jembatan, Indonesia Muda, Agora, van Indonesie, Tinta Ilmu, Penggiat Indonesia, dan Indonesia Maju. Dari nama-nama itu akhirnya mengerucut menjadi dua: Indonesia Muda dan van Indonesie. Perdebatan di redaksi cukup alot. Ketika di-voting, hasilnya 50:50. Akhirnya, kami meminta warga PPI Belanda untuk menentukan nama majalah ini lewat poling online. Sebanyak 208 voters berpartisipasi. Ketika deadline ternnyata hasilnya masih sama 50: 50. Lalu dalam rapat online redaksi, muncul usulan nama Jong Indonesia. Nama itulah yang akhirnya dipilih dan disepakati.

Kenapa Jong Indonesia? Seperti kita tahu, menjelang Sumpah Pemuda 1928, banyak muncul perkumpulan seperti Jong Java, Jong Sumateranen Bond, Jong Celebes, dan lain-lain. Jong Indonesia atau Jong Indonesie adalah nama organisasi yang didirikan di Bandung 1927. Mereka menggunakan warna merah putih dan kepala banteng sebagai simbol. Nama organisasi ini kemudian diubah menjadi Pemuda Indonesia untuk yang berjenis kelamin laki-laki dan Putri Indonesia bagi yang perempuan. Pemuda Indonesia membuat kongres di mana pada kongres yang kedua menghasilkan Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928. Dengan semangat itu, Jong Indonesia ingin mengajak para pemuda, khususnya pelajar Indonesia di Belanda, untuk menyumbangkan pemikirannya untuk Indonesia yang lebih baik.

Edisi Perdana
Terbitan edisi perdana Jong Indonesia mengangkat isu tentang suka duka kuliah di Belanda. Banyak hal yang menyenangkan maupun tidak menyenangkan dialami oleh pelajar Indonesia selama belajar dan hidup di Belanda. Semua itu memberi gambaran, bagaimana kehidupan mahasiswa Indonesia di Belanda. “Kisah-kisah mereka bisa menjadi referensi bagi pelajar Indonesia yang baru datang di Belanda, maupun mereka yang ingin melanjutkan studi di Belanda,” ujar Masboi. Selain itu, banyak artikel-artikel menarik yang ditulis oleh redaksi maupun non-redaksi.

Kami mengajak kawan-kawan PPI Belanda dan siapa saja untuk menulis di Jong Indonesia. Kenapa kita harus menulis? Karena seperti Pramoedya Ananta Toer bilang, “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” Silakan tulisan Anda ke email: majalahjong@yahoo.com

“Mohon maaf, kami belum bisa memberikan honor untuk penulis, karena majalah ini merupakan proyek ‘idealis’ yang modalnya ‘nol koma nol’ alias zero cost,” tambah Masboi.

Yohanes ’Masboi’ Widodo
Pemimpin Umum/Sekjen PPI Belanda

http://majalah.ppibelanda.org Baca Selengkapnya...

Selamat Atas terpilihnya Ketua MPA dan PPI Yaman


Bersatulah PPI

Hiruk pikuk perkumpulan Mahasiswa timur tengah (yaman),yang dihimpun dalam suatu acara yang syarat akan ma'na persatuan/persaudaraan dan ma'na organisasi yang dijembatani oleh PPI (Persatuan pelajar Indonesia) di yaman,,, sangat menyenangkan sekaligus menegangkan........

acara tersebut dilaksanakan di KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) Yaman, selama tiga hari dalam rangka MUBES (Musyawarah Besar) yang ke VII (Delapan) kerap penuh dengan nuansa menyenangkan kendatipun ada sedikit ketegangan lantaran para peserta saling berargumen satu sama lain tapi itu biasa MAHASISWA penuh dengan ego ke intelektualannya.........

kegitan MUBES diikuti oleh mahasiswa Indonesia yang terdiri dari wilayah Sona'a, Hadrol maut dan Hudedah...... acara tersebut diatakan sukses ........

yang paling essensial dalam acara MUBES tersebut adalah pembentukan atau pemilihan ketua MPA (Majlis Permusyawaratan Anggota) dan Ketua umum PPI (Persatuan Pelajar Indonesia).

Ketua Dimisioner MPA dan PPI adalah (AKh Kholili) dan (Akh Syukron), mereka telah membawa kiprah PPI dan MPA hingga ke Manca Negara....... semoga pengabdiannya selama ini dapat menjadi amal baik amin........

dan selamat atas terpilihnya ketua MPA dan PPI baru (Akh Lalu Ahmad Tamim) dari Hudaidah dan (Akh Imam Nawawi) dari Hadrol maut, semoga dengan kehadiran kepemimpinana yang baru dapat membawa kiprah PPI ke arah yang lebih baik dari sebelumnya........
jabat Erat Bravo........ Ibnu Ellater........ Baca Selengkapnya...

RUBATH TARIM YEMEN

RUBATH TARIM
Pendahuluan

Kota Tarim sejak dulu merupakan pusat ilmu dan penyebaran agama Islam, pakar sejarah mengatakan demikian. Kerena, melalui perantau yang berasal dari kota ini pada khususnya dan Hadramaut pada umumnya Islam menyebar hingga ke Timur Asia, India, Indonesia, Malaysia, Berunei Darussalam, Fhilipina, Singapura, juga belahan Afrika, Kongo, Somalia, dan Sudan.

Mereka para muhajirin tersebut pergi untuk berda�wah dan untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka dicukupi dengan berdagang, hingga negeri-negeri yang dulunya kafir berubah menjadi negeri-negeri Islam.

Sayyidina Imam Ahmad bin Hasan Al-Attash menyebutkan bahwa sebagian ulama Tarim telah hijrah sejak lebih dari 1000 tahun lalu, diantara mereka ada yang menjadi qadhi (hakim) di Mesir, padahal negeri ini dan Al-Azharnya sudah terkenal sejak dulu sebagai pusat cendikiawan-cendikiawan muslim.

Pada abad-abad selanjutnya fenomena ini mulai berubah, jika sebelumnya para ulama hijrah dari kota Tarim Al-Ghanna ini, kini orang mulai berdatangan ke Tarim untuk menuntut ilmu. Itu terjadi baik dimasa hidup Habib Syekh Abu Bakar bin Salim, masa putra beliau Hamid dan Husin juga dimasa Imam Abdullah Al-Haddad. Hal ini terjadi terus menerus hingga pada paruh pertama abad ke-13 H. Kota Tarim kian dipenuhi pendatang asing, diantara mereka Sayyid Imam Al-Habib Sholeh Al-Bahrain, Salim bin Sa�id bin Syumaeil, Syekh Abdullah Basaudan, Al-Habib Abu Bakar bin Abdullah Al-Attash, dan sebagainya. Pendatang-pendatang ini tinggal dimesjid-mesjid dan juga di zawiyah zawiyah yang ada di Tarim.

Kota yang besarnya tidak lebih dari luas kota kecamatan di Indonesia ini memang sangat istimewa. Walaupun kecil namun jumlah mesjidnya saja sangat banyak lebih dari 365 buah dan zawiyah-zawiyah yang makna asalnya pojok-pojok yang berfungsi sebagai tempat ibadah para ubbad (ahli ibadah). Disitu para pelajar belajar ilmu nahwu, Fiqh, dan ilmu-ilmu lainnya dengan para guru-guru yang ada di tiap-tiap zawiyah atau mesjid tersebut. Seperti zawiyah Syekh Ali bin Abu Bakar As-Syakron bin Abdurrahman As-Segaf yang diasuh oleh Al-Allamah Mufti Diyar Hadramiyah Al-Allamah Al-Habib Abdurrahman bin Muhammad Al-Masyhur.Baca Selengkapnya Klik Disini. Baca Selengkapnya...

DAR AL-MUSTHAFA yemen

DAR AL-MUSTHAFA
YEMEN

Pendahuluan
Sesungguhnya yang menjaga syari�at lebih dari 14 abad bukanlah suatu kelemahan atau ketidak mampuan seseorang untuk menjaganya di abad yang akan datang, semenjak Sayyidina Al-Muhajir Ahmad bin Isa memegamg bendera da�wah sampai sekarang ini telah berlalu 1100 tahun, akan tetapi tetaplah kokoh dan tangguh, dan masih tercium harum aroma da�wah ilallah.
Diantara waktu tersebut sampai sekarang ini, berapa banyak da�wah yang tersebar keberbagai penjuru alam. Mengapa tidak padam semangat da�wak tersebut? Kerena kekokohan da�wah tersebut seperti kekokohan da�wah Al-Muhajir Al-Awal SAW.

Dengan kekokohan da�wah yang tampak itu tersebarlah tempat ilmu, adab, dan da�wah di negeri Hadramaut umumnya dan Tarim pada khususnya yang terbit cahaya yang terang benderang dengan ilmu Islam dan dikatakan bahwa sepertiga dunia Islam masuk Islam penduduknya berkat da�wah ulama Hadramaut yang perintisnya Sayyidina Al-Muhajir Ahmad bin Isa yang keluar dengan agamanya dari kota Basyrah ke kota Hadramaut pada abad ketiga hijriyah, dan negeri yang penuh berkat ini terhias dengan hiasan ilmu, ikhlas, khauf, dan wara� sejarah pun telah mengutipnya.
baca selengkapnya klik disini. Baca Selengkapnya...

Universitas Al Ahgaf Yaman

Universitas Al-Ahgaff
Yemen
• Peresmian Univesitas
Al-Ahgaff yang didirikan oleh Al-Habib Mahfudz bin Abdullah Al-Haddad dan resmi berdiri serta mulai membuka proses pendidikannya setelah mendapatkan izin resmi dari pemerintah Yaman melalui ketetapan menteri pendidikan Yaman nomor : 5 tahun 1994. universitas Al Ahgaff juga satu diantara universitas di jazirah Arab yang resmi sebagai anggota persatuan universitas Arab. (Ittihad Al jamiat Al Arabiyyah)
• Tujuan Pendirian
Berawal dari sebuah keinginan untuk bisa menyediakan sarana pendidikan yang bonafid dan berkualitas pada masyarakat muslim dunia, pendidikan yang mampu mencetak kader insani yang menguasai dalam segala aspek kehidupan dan menanamkan ruh Islami serta akidah yang benar dalam pribadi para pelajarnya.

• Letak Geografis
Universitas Al-Ahgaff berpusat dikota Mukalla ibu kota propinsi Hadhramaut Republik Yaman.Segenap komponen yang dimiliki oleh Al-Ahgaff, seperti fakultas-fakultasnya, language center atau sekolah persiapan bagi mahasiswa baru, dan gedung rektor sebagai pengendali utama kebijakan-kebijakannya semua berada di kota yang berada diujung semenanjung Arab ini. Hanya fakultas Syari�ah walqanun saja yang berada di kota Tarim, hal ini sengaja dilakukan guna terwujudnya pendidikan syari�ah yang tidak berpusat di bangku sekolah belaka, tetapi perlu adanya pengkombinasian metode pendidikan melalui bi�ah (lingkungan), mengingat kota Tarim terkenal sebagai kota ilmu dan ulama. Kota Tarim sendiri terletak sekitar kurang lebih 300 km dari ibu kota propinsi, sedangkan untuk mahasiswi Indonesia pada Fakultas Putri jurusan Dirasah Islamiah tetap mengikut induknya di kota Mukalla.
baca selengkapnya klik disini. Baca Selengkapnya...

Universitas Al Iman Yaman

UNIVERSITAS AL-IMAN
Sana'a Republik Yaman

Universitas ini berdiri sejak tahun 1414 H/1993 M dikota Sana'a yang mana adalah pusat aktivitas negara yaman alias ibukota negara tersebut. Saat ini telah berumur 13 tahun. Didirikan oleh Syeikh Abdul Majiid bin Aziz Az-Zandany seorang 'ulama yang juga ahli dan pakar dalam bidang Science, beserta para ulama-ulama terkemuka di yaman. Diusianya yang masih relatif muda, universitas Al-Iman termasuk salah satu universitas yang menjadi anggota Ittihad Jami'at Al-'arobiyyah (Persatuan Universitas-universitas Arab) sehingga menjadi pilihan mahasiswa maupun mahasiswi dari seluruh dunia. Tercatat ada lebih dari 50 negara didunia yang mahasiswanya kuliyah di Universitas ini. Diataranya, adalah Tujikistan, China, Turkistan, Rusia, Kamerun, Inggris, Amerika, australia, Palestina, Iraq, Arab Saudi, Malaysia, Indonesia dan sebagian negara-negara di afrika.

Tujuan dari pada universitas ini adalah melahirkan ulama-ulama yang 'alim bi dinihi (alim pada Agamanya), 'arif bi ashrihi (Arif pada zamannya) Almujtahid bi takhshishihi (Mujtahid pada bidangnya) , 'amil bi 'ilmihi (Mengamalkan ilmunya) Waro' dan Taqwa.
baca selengkapnya klik disini. Baca Selengkapnya...

=============================================================
SOBAT SILAHKAN KIRIMKAN TULISAN ANDA DI KISAH JAWILAN
=============================================================
Nama
Email
No HP
Belajar
Judul
Kategori
Tulisan
Pesan

kirimkan Photo Penulis ke email : bakronilatar@yahoo.co.id Terimakasih Telah Berpartisipasi Tulisan di Kisah Jawilan, setelah mengirimkan tulisan mohon sms ke aa Rony di +6281280485019


=======================================================================
Komentar Terbaru
VISITOR KISAH JAWILAN MOHON TINGGALKAN PESAN DISINI

Mari Gabung Disini !!!

KISAH JAWILAN DAN NEGERI SABA' © 2008 Por A H.RONY