Disebelah selatan, ada chott dan oase. Perkebunan Zaetun menghampar di hampir seluruh permukaan negeri. Selain itu, situs-situs arkeologi, masjid-masjid bersejarah, serta pasar-pasar tradisional bernuansa Arab pertengahan juga menjadi daya tarik lainnya.
2. Sejarah Tunisia
Sejarah Tunisia dapat ditelusuri dari berdirinya Kerajaan Carthage (Kartago) sekitar tahun 814 SM. Pada abad ke-2 SM, kerajaan Kartago mengalami kehancuran hingga mengakibatkan saling bergantinya kekuasaan asing di Tunisia.
Pada tahun 748 M., Dinasti Umawiyah digantikan oleh Dinasti Abbasiah. Peristiwa ini menyebabkan Tunisia terlepas dari pengawasan pusat kekhalifahan, namun kemudian dapat dikuasai lagi oleh Dinasti Abbasiah pada tahun 767 M. Pada tahun 800 M., Ibrahim Ibn Aghlab ditunjuk sebagai Gubernur Afrika Utara yang berkedudukan di Kairouan. Pada masa ini, Mesjid Agung Ezzitouna didirikan di kota Tunis.
Perancis berhasil menjadikan Tunisia sebagai wilayah protektoratnya dengan ditandatanganinya Perjanjian Bardo pada 12 Mei 1881.
3. Islam di Tunisia
Mayoritas rakyat Tunisia adalah Muslim (99,5%). Islam dinyatakan sebagai agama resmi negara. Selain islam, juga terdapat masyarakat yang beragama Yahudi dan Kristen.
Islam pertama kali masuk ke Tunisia pada tahun 50H. (670 M.) yang ditandai dengan kedatangan pasukan muslim di bawah komando Uqbah bin Nafi, seorang sahabat Nabi. Mereka memasuki Tunisia lewat Mahdia, kota pantai 30 km. timur kota Sousse. Kemudian rombongan ini menuju Kairouan, dan menetap disana. Di kota inilah, Uqbah r.a. mengatur strategi penyebaran islam di Afrika Utara serta mendirikan sebuah masjid besar, yang kemudian dikenal dengan nama Masjid Uqbah.
Umat islam Tunisia hidup secara damai. Nilai-nilai keagamaan dijunjung tinggi dalam kehidupan keseharian. Masjid Ezzetona di kota Tunis dan Masjid Uqbah di Kairouan, kerap menjadi pusat kegiatan keagamaaaan dalam skala nasional maupun internasional.
Dalam hal beribadah, mayoritas rakyat muslim Tunisia bermadzhab Maliki, sebagaimana kebanyakan umat islam di kawasan Afrika Utara lainnya. Meski demikian, umumnya mereka cukup toleran serta tidak fanatik dalam menganut fikih tertentu.
4. Sosial budaya
Jumlah penduduk Tunisia pada tahun 2005 adalah 11 juta jiwa, dengan tingkat pertumbuhan penduduk 1,08%. Pada tahun 2030 diperkirakan akan menurun hingga dibawah 1%. Ini adalah dampak dari adanya peningkatan tarap hidup serta membaiknya tingkat pendidikan, disamping semakin membaiknya pelayanan kesehatan. Faktor penting lainnya adalah keberhasilan pemerintah dalam menerapkan program KB (Keluarga Berencana). Pada tahun 2004, tingkat angka kelahiran mencapai 6,0 per 1000 penduduk.
5. Corak Masyarakat
Masyarkat Tunisia adalah bagian dari dunia Arab. Bahasa resmi yang dipergunakan adalah bahasa Arab, namun masyarakat Tunisia juga sangat fasih berbahasa Perancis. Penduduk aslinya adalah bangsa barbar, yang merupakan penduduk asli Negara-negara Afrika utara. Dengan berbagai kebudayaannya yang telah mewarnai Tunisia sejak lebih dari 8000 tahun silam.
6. Kesejahteraan Rakyat
Berdasarkan laporan Institut Stastistik Nasional Tunisia, rata-rata pendapatan perkapita pada tahun 2005 mencapai 3.501 DT (tahun). Serta menempatkan Tunisia sebagai negara ketiga termakmur di benua Afrika. Pertumbuhan sektor ekonomi pun sangat mendukung. Pada tahun 2004 pertumbuhan ekonomi mencapai 6% atau melebihi standar target 5,5%.
Kesejahteraan kaum pegawai, guru dan dosen mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah. Gaji PNS setingkat golongan IIIA berkisar 500-600 Dinar ($400-500). Gaji dosen bergelar doktor dan professor masing-masing sekitar 1500 sampai 2000 dinar.
B. Dunia Pendidikan Tunisia
Sejarah menunjukkan bahwa Tunisia mengalami beragam corak sistem pendidikan sesuai konteks sosio-politik yang melatarinya. Pada abad-abad permulaan Islam, kegiatan pendidikan hanya terkonsentrasi pada kajian agama di mesjid-mesjid, melalui sistem pengajian halaqah dan talqin. Pada masa dinasti al Muwahidin, muncul sistem madrasah. Sedangkan pada era Turki Utsmani, sekolah-sekolah dibangun, dilengkapi serta disediakannya asrama bagi para guru dan murid.
Dewasa ini di Tunisia terdapat 2,2 juta pelajar dan 334 ribu mahasiswa, yang tersebar di 4.492 sekolah dasar, 829 sekolah menengah, serta 13 universitas.
Pendidikan tinggi terdiri dari 3 tahap (marhalah); program S1 selama 4 tahun (al marhalah al ula dan al marhalah ats tsaniyah). Lulusan al marhalah ats tsaniyah menyandang gelar syahadah ustadziyah. Sedangkan tahapan ketiga (al marhalah ats tsalitsah) adalah program S2 (dua tahun) dan S3 (tiga tahun).
Sistem Ujian dan Penilaian
Ujian nasional (al imtihan al qaumi) diadakan pada akhir jenjang pendidikan dasar dan menengah. Hasil ujian ini memiliki porsi 75% dalam standar kelulusan akhir seorang siswa. Porsi 25% lagi diambil dari nilai komulatif selama masa belajar.
Proses rekrutmen calon mahasiswa baru di universitas-universitas dalam negeri dilakukan oleh Kementrian Pendidikan Tinggi, dalam sebuah proses kerja yang terdiri dari 4 gelombang. Lulusan SMA dengan nilai tinggi akan mendapat kesempatan dalam gelombang pertama. Sedangkan mereka yang memiliki nilai lebih rendah, akan diterima dalam gelombang tiga dan empat. Sistem ini dilakukan karena Tunisia tidak menggunakan sistem UMPTN.
Tabel 1 : Jumlah Siswa Sekolah Dasar
Tahun Pelajaran Siswa Siswi
1973/1974 533.000 333.000
1986/1987 732.000 588.000
2002/2003 662.000 603.000
Tabel 2 : Prosentase Murid SD Melanjutkan ke SMA
1975 1980 1994 2002
21% 32,2% 55,3% 75,7%
Tabel 3 : Rasio Jumlah Murid : Guru di Sekolah Dasar
1970/1971 2000/2001 2002/2003
50 22,7 21,4
Sumber Anggaran Pendidikan
Wujud nyata dukungan pemerintah terhadap dunia pendidikan diantaranya dengan adanya porsi 26,2% APBN 2005 untuk sektor pendidikan. Angka yang terhitung tinggi, sekaligus layak untuk mendukung terciptanya Sumber Daya Manusia yang handal dalam menyongsong era pembangunan.
Sementara, partisipasi rakyat dalam mendukung program pendidikan ini terwujud dengan aktifnya lembaga as Shunduq al Wathani li at Tadhamun al Ijtima’i (Le Fond National de Solidarité), yakni kotak nasional untuk solidaritas sosial. Lembaga ini didirikan pada tahun 1992, sebagai upaya pemerintah dalam program pemerataan kesejahteraan. Termasuk diantaranya bantuan pada sektor pendidikan.
Selama rentang tahun 1994-2000, lembaga ini telah menyalurkan dana sebesar 807 Juta Dinar (sekitar 6,4 triliyun rupiah) melalui 1762 program, di 1340 wilayah. Serta membantu lebih dari 240.000 keluarga (11% dari jumlah seluruh keluarga Tunisia) dalam upaya memperbaiki taraf hidup. Angka kemiskinan pun ditekan hingga 4,2% (2004). Sebanyak 3,7 Juta Dinar (2,9 Milyar rupiah) digunakan untuk bantuan rehabilitasi dan pembangunan gedung lembaga pendidikan dalam 130 program kegiatan.
Beasiswa dan lainnya
Setiap warga asing dan pribumi mempunyai kesempatan untuk mendapatkan beasiswa dari pemerintah Tunisia. Untuk memudahkan proses pengurusannya, pemerintah mendirikan lembaga khusus dibawah departemen pendidikan tinggi secara langsung. Diwan Al khidmat Al jamii’yyah (kantor urusan Perguruan tinggi). Kantornya tersebar disemua kota diseluruh Tunisia. Selain pengurusan beasiswa, badan ini juga mengurus seputar izin tinggal, penempatan asrama, dan sebagainya. Besaran jumlah beasiswa yang dikeluarkan bermacam-macam tergantung perkuliahan dan jurusan yang diambil. Besar beasiswa S1 untuk program keagamaan 50 DT (35 $) perbulan, sedangkan untuk Marhalah Ats Stalitsah S2 dan S3 sebesar 140 DT (110$) perbulan.
1. Surat pengantar dari Kementrian Pendidikan Tunisia yang menyatakan mahasiswa yang bersangkutan belajar di Tunisia
2. Tarsim Jami’ah (Surat keterangan mahasiswa dari universitas)
3. Photo Copy Passport
4. 2 lembar Pas Foto
5. Mengisi Formulir Beasiswa yang telah disediakan
6. 2 amplop beserta prangko
7. Semua persyaratan dilegalisir (Copy Conform) oleh pihak Baladiyyah (setingkat Kabupaten/Kota) di Tunisia
Biaya hidup di Tunisia memang tergolong mahal, tak salah bila masyarakat Tunisia sendiri memberikan julukan negaranya “swiss of Arab”, sebuah pengakuan akan tingginya biaya kehidupan di negara ini. Untuk harga sewa flat (1kamar+dapur+kamar mandi) saja disekitar kampus bisa mencapai 150 DT ($120). Belum alokasi untuk keperlerluan sehari-hari, transportasi dan lainnya. Minimal kita membutuhkan sekitar 200$/bulan.
Perguruan Tinggi
Beberapa nama perguruan tinggi Tunisia:
1. Universitas Tunis
2. Universitas Tunis El Manar
3. Universitas 7 November
4. Universitas Ezzeitouna
5. Universitas Manouba
6. Universitas Jandouba
7. Universitas Sousse
8. Universitas Monastir
9. Universitas Kairouan
10. Universitas Sfax
11. Universitas Gafsa
12. Universitas Gabes
13. Perguruan Tinggi Pendidikan dan Teknologi
1. Tunis Libre University
2. Arab Sciences University
3. El Ibdily University
4. Libre University of Chartage
5. Maghribia Higher Institute of Information and Technology
Untuk mahasiswa Indonesia yang mendapatkan beasiswa hanya mahasiswa yang menuntut ilmu di Ezzitouna, sesuai dengan nota kesepahaman (MoU) yang di tandatangani oleh Depag. Dalam hal ini, Depag dan KBRI sebagai fasilitator dalam proses pendaftaran serta pengiriman mahasiswa ke Tunisia.
Sekilas Tentang Universitas Ezzitouna
Pendahuluan
Corak Islam di Tunisia dalam sejarahnya, tak bisa lepas dari peran Ezzitouna, sebuah lembaga pendidikan Islam yang telah berusia lebih dari 1000 tahun. Tak terkecuali saat ini, ketika Tunisia tengah berada dalam terpaan arus modernisasi global yang melanda hampir seluruh pelosok dunia. Ezzitouna tetap berkomitmen dengan jati dirnya sebagai markas studi islam.
Sejarah Singkat
Menurut catatan sejarah, kampus kami termasuk lembaga pendidikan Islam tertua. Cikal bakalnya adalah pengajian-pengajian halaqah seperti pesantren yang digelar di Mesjid Agung Ezzitouna.
Pengajian-pengajian ini telah berlangsung sejak awal didirikannya Mesjid Agung Ezzitouna pada tahun 116H/732 M. Saat itu, Tunis diperintah oleh seorang gubernur bernama `Ubaidillah al-Habhab, pada masa pemerintahan Hisyam bin Abdul Malik dari Dinasti Umayah.
Kegiatan pengajian yang menggunakan kitab kuning ini terus berlangsung selama berabad-abad. Hingga pada paruh kedua abad 19, mulai terjadi reformasi sistem pengajaran. Diantara bentuknya adalah penerapan sistem absensi, pengaturan jenjang dan jadwal belajar, pengajaran bahasa asing dan ilmu-ilmu umum, standarisasi ujian, serta pengembangan metode dialog.
Perbaikan sistem pengajaran terus berlangsung di Tunis. Pada tahun 1894, didirikan pula Madrasah Khalduniyah, sebagai salah satu lokasi belajar bagi para santri. Sepuluh tahun kemudian, al Jam’iyyah az Zaituniyyah (Lembaga Ezzitouna) secara resmi didirikan. Pembentukan lembaga ini sekaligus menjadi momen berdirinya Universitas Ezzitouna modern hingga yang dikenal saat ini.
Program/Jenjang Pendidikan
Universitas Ezzeitouna menyediakan program untuk S-1 (licence), Pasca sarja dan program doktoral. Universitas ini memiliki empat fakultas: Teologi, Hukum Islam, Peradaban Islam, dan Informatika. Adapun fakultas yang disediakan untuk mahasiswaa asing adalah Fakultas Peradaban Islam (hadharah islamiah) untuk tingkat S1. Program kajian Ushuluddin (Teologi), Syariah (Hukum islam), dan peradaban Islam untuk S2 dan S3.
Pada bulan Mei 2006, Pemerintah Tunisia mengagendakan reformasi pendidikan. Salah satu poinnya adalah perubahan massa studi S1, S2, dan S3. sejak tahun ajaran 2006-2007, sistem pendidikan tinggi Tunisia mengacu pada sistem LMD (Licence, Magister dan Doktor) dengan masa studi 3 tahun untuk S1, 2 tahun untuk S2 dan 2 tahun untuk S3.
Sistem perkuliahan yang diterapkan adalah tatap muka dalam bentuk paket. Masa studi untuk program S1 terbagi ke dalam dua tahapan: al Marhalah Ula dan al Marhalah ats Tsaniyah. Pada tahapan pertama materi kuliah yang diberikan bersifat umum untuk dipelajari semua mahasiswa. Lamanya jenjang pendidikan al Marhalah Ula ini setara dangan 2 semester. Pengambilan jurusan diambil ketika mahasiswa telah dinyatakan lulus pada al Marhalah Ula. Pada tahapan kedua, al Marhalah ats Tsaniyyah atau dikenal dengan al Marhalah Ustadziyyah. Mahasiswa telah di berikan kesempatan untuk mengambil kurikulum jurusan. Materi kuliah yang diambil telah spesifik pada konsentrasi jurusan antara: Ushuluddin, Syari’ah dan Hadharah al Islamiyyah.
Pada program S2, 6 bulan pertama merupakan masa kegiatan kuliah, sedangkan 18 bulan berikutnya untuk penulisan tesis yang terlebih dahulu dimulai dengan program pembekalan methodologi dan karya ilmiah. Sedangkan program doktoral hanya berupa penulisan disertasi selama maksimal 3 tahun dengan bimbingan seorang professor.
Selain program tersebut, terdapat program Tamhidiyyah (kelas persiapan) yang disediakan bagi calon mahasiswa yang belum memiliki kemampuan bahasa Arab yang memadai. Program ini terbagi pada 2 tingkat dengan massa studinya masing-masing 1 tahun. Materi yang diberikan tidak terlepas dari pendalaman seputar bahasa, kaidah-kaidahnya serta pelatihan menulis.
Sisi keunggulan lain Universitas Ezzetouana jika dibandingkan dengan universitas-univesitas islam lainnya di negara Arab adalah penekanan pada methodologi keilmuan. Materi dikemas dengan sistem Nadhariyyah (Teori) dan Musayyar/'Amaly (praktek) pada setiap mata kuliah, sehingga proses pendidikan lebih terjamin. Penyampaian materi kuliah tidak secara dikte dan hafalan saja. Interaksi antara dosen dan mahasiswa hidup dengan diadakannya diskusi dan penugasan-penugasan analisis di beberapa literatur yang telah ditentukan oleh dosen sesuai dengan paket materi kuliah.
Dewasa ini Ezzeitouna terkenal sebagai lembaga pendidikan terdepan yang melahirkan konsep-konsep Maqashid Syariah¬. Dari kampus ini muncul ahli-ahli fikih baru yang mewarnai cakrawala pemikiran islam. Kajian Maqashid Syariah yang menggabungkan ketajaman analisa pada teks dan pemahaman ushul. Kampus ini pernah dipimpin oleh pemikir handal sekaliber Syekh Muhammad Thahir ibn Asyur. Ia membukukan konsep-konsep Maqashid Syariah para pemikir pendahulunya, seperti Asyatibi, al Ghazali dan lainnya. Dengan mengedepankan pemeliharaan terhadap agama, jiwa, akal, keturunan, harta dan kehormatan.
Bahasa
Bahasa pengantar yang digunakan adalah bahasa arab dan perancis pada mata kuliah tertentu. Selain materi diatas, para mahasiswa juga wajib mengikuti dua program bahasa asing; Bahasa Inggris dan Perancis. Serta program paket pilihan bahasa yang meliputi bahasa Spanyol, Italia, Jerman, Latin, Persia dan Ibraniyyah.
Kegiatan Mahasiswa
Selain kegiatan perkuliahan, pihak kampus menyediakan kegiatan-kegiatan pendukung yang bersifat ekstrakulikuler. Sebagai bukti kepedulian dari pihak kampus, dibentuklah Dewan khusus mahasiswa. Terdiri dari pihak kampus dan beberapa perwakilan dari mahasiswa. Tugasnya mengurusi segala bentuk kegiatan mahasiswa diluar pendidikan kuliah. Seperti; pertandingan olah raga, pekan kebudayaan, tour ke luar kota dan yang lainnya.
Masa liburan panjang perkuliahan pada musim panas.
Mahasiswa dan Alumni
Untuk menjamin kualitas dan keseimbangan fasilitas. Pemerintah Tunisia membatasi jumlah mahasiswa asing yang belajar di Tunisia . Pada tahun ajaran 2005-2006, terdapat 400 mahasiswa asing di Universitas Ezzeitouna, yang berasal dari 37 negara Afrika, Asia dan Eropa.
Sejarah menunjukan bahwa peran Universitas Ezzeitouna sangat besar dalam upaya membangun sumberdaya manusia yang berkualitas dalam proyek penyebaran ulama, Ahli fikih serta cendikiawan yang gemilang dari Ezzeitouna ini.
Materi-materi Kuliah:
1. Program S1
No. Marhalah Ula Marhalah ats Tsaniyah
1 Al Quran wa ‘Ulumuh Ushul Fiqh wa al Maqasid
2 Assirah Annabawiyyah wa as Sunnah At Tasyri’ al Islamy wa Tarikhuhu
3 Madkhal ila Dirasat Ushul ad Din Hadharah Islam fi al ‘Alam
4 Madkhal ila Dirasat al FIqh wa Madzhabihi Dirasah fi Adyan al Muqaranah
5 Tarikh al Adyan Al Kitabiyah Madaris at Tafsir al Hadits
6 Ilmu al Ijtima’ Addini Filsafat al Qanun al Wadh’i
7 Bahasa Arab Al Fikr al Islamy al Hadits wa al Mua’ashir
8 Bahasa Inggris/Perancis Tarikh al ‘Ulum wa al Funun
9 Manhajiyyah At Tafsir fi al ‘Ashr al Hadits
10 Madaris at Tafsir fil al Qadim Ushul ad Din Qadiman wa Haditsan
11 Tarikh al Islam Al Firaq al Islamyah wa al ‘Aqaid
12 Tarikh al Fikr al Islamy At Tashawwuf wa tarikhuhu
13 Ulum al Hadits wa syarhuhu Hadharah al ‘Arab qabla al Islam
14 Ushul al Fiqh wa Tarikhuha Al Muassasat fi al Islam
15 Al’aqaid wa Tarikhuha Mabahits fi at Tarikh al Iqtishady fi al Islam
16 Al Maqasid wa Attasyri’ Tarikh al ‘Ulum wa al Funun fi al Hadharah al Islamiyyah
2. Program S2
Secara garis besar, materi yang terdapat dalam program S-2 sebagai pelajaran inti untuk setiap jurusan adalah : al Quran wa al Hadits, al Fikr al Mu’ashir, Huquq al Insan, Filsafat Umum dan terjemah (arab-inggris/arab-perancis)
Sedangkan materi yang diajarkan sebagai intensifikasi jurusan adalah : Fikh, Ushul Fikh dan Syari’ah wa al Qanun (Syari’ah) Tarikh Adyan, al Firaq al Islamiyyah dan al ‘Aqaid (Ushuluddin) serta at Turats wa al Hadatsah Harakah al Islamiyyah, Hadharah al Islam dan al Iqtishad (Hadharah)
Proses Pendaftaran
Setiap tahun pemerintah Tunisia mengirim permohonan pengiriman mahasiswa kepada pemerintah Indonesia yang ingin belajar di Universitas Ezzeitouna. Biasanya permohonan dikirimkan dalam rentan bulan Juni-Juli untuk mahasiswa S1 dalam jumlah tertentu. Informasi bisa didapat dari Departemen Agama RI atau kedutaan Tunis di Jakarta untuk lebih jelas.
Secara garis besar persyaratan yang diminta sebagai berikut:
1. 2 lembar pas photo ukuran 3x4
2. Photo copy Ijazah SMU atau sederajat yang sudah di terjemahkan ke dalam bahas arab
3. Photo copy Surat Akte Kelahiran yang sudah di terjemahkan kedalam bahasa arab
4. Photo copy surat keterangan sehat dari dokter yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa arab
5. Photo copy Surat Keterangan Kelakuan Baik (SKKB) dari kepolisian yang telah diterjemahkan kedalam bahasa arab
6. Surat Rekomendasi dari Depag (Pusat/Daerah) atau yayasan yang sudah diterjemahkan kedalam bahasa arab
7. Surat permohonan (Matlab Qabul wal Tasjil) yang ditujukan kepada Kementrian Pendidikan Tinggi Tunisia (wizarah at-ta'lim al-aly) dalam bahasa arab atau perancis.
Jumlah kuota pertahun yang disediakan untuk pelajar S1 4 orang. Sedangkan untuk program magister dan doktor sebanyak 3 orang.
Pemerintah Tunisia tidak menerima pendaftaran secara langsung, dengan mengirimkan persyaratan ke Perguruan Tinggi yang bersangkutan. Berkas-berkas harus terlebih dahulu melaui kualifikasi di Kedutaan Indonesia di Tunis ataupun melalui kedutaan Tunis di Jakarta. Dari dua lembaga tersebut dikirimkan ke Kementrian Pendidikan Tinggi dengan dilampirkan pengantar yang ditujukan khsusus kepada perguruan tinggi yang bersangkutan.
Persyaratan dapat dikirimkan melalui kedutaan Indonesia di Tunis dengan alamat :
Kasubid Pensosbud KBRI Tunisie
L’Ambassade D’Indonesie
Rue du Lac Malaren/Rue du Lac Oubeira
Berges du Lac-Grand Tunis-Tunisia
Phone : +216.71.860377 – 71.860720
Fax : +216.71.861.758
Dengan disertakan surat permohonan yang ditujukan kepada KBRI Tunisia /Kasubid. Pensosbud Tunis untuk dibantu didaftarkan kepada Universitas yang dituju.
Dapat juga dikirim melalui kedutaan Tunisia di Jakarta dengan alamat :
Embassy Republic of Tunisie
Jl. Karang Asem Tengah blok C/5 No. 15 Jakarta Selatan 12950
Telp. 6221 52892328, 52892329
Pemberitahuan kelulusan sekitar bulan September dari Kementrian Pendidikan Tinggi Tunisia disertai edaran surat calling visa bagi siswa yang dinyatakan lulus. Untuk tiket keberangkatan dibebankan kepada calon mahasiswa. Sementara awal mulai kuliah untuk seluruh sekolah di Tunisia pada pertengahan bulan September.
Informasi yang belum jelas dapat ditanyakan langsung kepada PPI Tunisia via surat dengan alamat :
PPI Tunisia, BP. 104, Recette Principale 1000
Tunis - Tunisie.
Telp. +216-95555215.
Email : zaitunaa@yahoo.com
Penutup
Paparan singkat ini sungguh masih jauh dari apa yang diharapkan. Baik dari segi penyampaian dan data yang dikumpulkan. Oleh karena itu, sangat kami harapkan masukan dan koreksinya. Sekali lagi untuk kebaikan kita bersama, kita semua. Karena, pendidikan tidak hanya terkurung pada system, yang lebih utamanya adalah bagaimana ia bisa menjadi jembatan untuk membangun mental dan kecerdasan bangsa. Dimanapun, dan kapanpun kita tetap warga Negara Indonesia yang mempunyai tanggung jawab memajukan bangsa tidak hanya secara moral saja, lebih dari itu.

